Saronggi, NU Online Sumenep
Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Talang, Kecamatan Saronggi Masa Khidmat 2026-2031 resmi dilantik. Prosesi pelantikan tersebut dipimpin langsung oleh Kiai Taufikurrahman selaku Katib Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Saronggi, Kamis (01/10/2026).
Dalam momen pelantikan ini juga diperingati Hari Santri 2026. Semangat ini diharapkan mampu mengemban amanah untuk terus berkhidmah di tengah masyarakat.
Ketua MWCNU Saronggi, Kiai Kadarisman mengapresiasikan semangat dan kekompakan pengurus. Ia menyebut PRNU Talang menjadi satu-satunya pengurus ranting yang memiliki progres untuk menyelesaikan kewajiban administratif terhadap PCNU Sumenep, sehingga malam ini dapat diambil sumpahnya.
“kami sangat mengapresiasi kinerja dan kekompakan kepengurusan ini, karena menjadi ranting yang memiliki progres untuk menyelesaikan kewajiban administratif terhadap PCNU Kabupaten Sumenep, sehingga malam ini dapat diambil sumpahnya,” terangnya.
Dalam sambutannya, ia juga berpesan, bahwa semangat pengabdian dalam organisasi NU bertumpu di pengurus ranting, sehingga dalam kemimpinannya, perlu untuk terus membangun gerak dan peran kolaboratif dengan seluruh komponen organisasi NU dan masyarakat.
Sementara, Ketua PRNU Talang terpilih Ahmad Rofiqi Menyampaikan, bahwa tugas ini merupakan amanah yang perlu dijaga dalam kurun waktu lima tahun kedepan. Ia memiliki harapan bahwa kepengurusan ini tidak hanya berhenti pada acara rutinan, sekaligus menjadi solusi atas segala persoalan yang dihadapi oleh masyarakat, dengan tetap menjaga nilai amaliyah dan tradisi yang sudah terjaga.
“Sebenarnya kami secara pribadi merasa tidak layak untuk menerima tanggung jawab ini, tetapi karena ini merupakan amanah yang dipercayakan kepada kami, tentu kami akan menerimanya sebagai bentuk Khidmah kepada muassis NU” imbuhnya.
Sedangkan, KH Ali Mufti Rusdi Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Bicorong Pamekasan, dalam tausiyahnya menyampaikan, bahwa mengurusi NU adalah tangga menggapai ketaatan kepada Allah SWT. Dengan menjaga ketersambungan sanad kepada guru ngaji, Kiai, dan seluruh muassis NU.
Bahkan beliau mengutip apa yang disampaikan oleh Imam Syafi’i: ‘Saya cinta kepada orang shaleh, walaupun saya tidak termasuk di dalamnya’.
” Mengabdi di NU harus terbangun rasa cinta, sebagaimana rasa cinta kita kepada sang kekasih, apapun akan dikorbankan dan diusahakan demi mendapatkannya dan demi kebahagiannya”, jelasnya.
Perlu diketahui, prosesi tersebut berlangsung khidmat dengan dihadiri oleh jajaran Pengurus MWCNU Saronggi, Wakil ketua PCNU Sumenep, Kiai Mahsun, Kiai Musa dan sejumlah tokoh masyarakat setempat.
Pewarta : Jhody

