Guluk-Guluk, NU Online Sumenep
Ratusan santri Pondok Pesantren Raudlah Najiyah, Lengkong, Guluk-Guluk, Sumenep, mengikuti Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) yang diselenggarakan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Guluk-Guluk, Kamis hingga Jumat (15–16/10/2026). Kegiatan yang diikuti oleh santri putra dan putri ini menjadi bagian dari rangkaian Santri Eduverse 2026.
Ketua PC IPPNU Sumenep Rekanita Putri Ramadani menyampaikan bahwa santri merupakan aset masa depan bangsa yang perlu dipersiapkan dengan bekal ilmu pengetahuan, pemahaman agama, dan karakter yang kuat.
Menurutnya, penguasaan ilmu pengetahuan harus diimbangi dengan pemahaman keagamaan dan kemampuan menghadapi perkembangan zaman. Dengan bekal tersebut, santri diharapkan mampu beradaptasi dengan berbagai tantangan sekaligus mengambil peran dalam pembangunan masyarakat dan bangsa.
“Santri tidak hanya dituntut untuk memahami ilmu agama, tetapi juga perlu memiliki wawasan yang luas, kemampuan beradaptasi, dan kepedulian sosial,” tuturnya.
Melalui Makesta ini, lanjutnya, PAC IPNU-IPPNU Guluk-Guluk berupaya menjadikan organisasi sebagai ruang belajar dan bertumbuh bagi para pelajar. Ia berharap, peserta mengenal lebih dekat tujuan perjuangan IPNU-IPPNU serta memahami peran kader dalam meneruskan nilai-nilai perjuangan NU.
” Semoga menjadi pintu masuk keanggotaan IPNU-IPPNU, tetapi juga menjadi langkah awal dalam membentuk kader pelajar NU yang berilmu, berakhlak, dan siap berkhidmah kepada agama, masyarakat, dan bangsa,” harapnya.
Sementara, Ketua PCNU Sumenep KH Md Widadi Rahim, menegaskan bahwa NU lahir dari rahim pesantren. Karena itu, pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda dan menjaga tradisi keilmuan Islam.
” Serta menanamkan komitmen keagamaan dan kepedulian terhadap masyarakat,” ujarnya.
Ia menekankan, kaderisasi IPNU dan IPPNU perlu berjalan seiring dengan penguatan nilai-nilai kepesantrenan. Menurutnya, organisasi pelajar NU harus tumbuh kuat tanpa meninggalkan akhlak, tradisi keilmuan, serta pengamalan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.

