Gapura, NU Online Sumenep
Majelis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor (MDSRA) Gapura Timur, Kecamatan Gapura Kabupaten Sumenep rutin dilaksanakan. Rutinan ini tidak hanya berpusat di mushalla, tetapi digilir setiap desa di Kecamatan Gapura.
Perubahan ini karena antusiasme masyarakat untuk ikut bergabung dalam kegiatan MDSRA terus meningkat.
Ketua MDSRA Ansor Gapura Timur, K. Mundzir menjelaskan, bahwa perubahan skema yang pada awalnya hanya terpusat di mushalla ini, kini dilakukan secara berkeliling dari satu desa ke desa lainnya.
“Kita juga ingin ngaji bersama warga, agar warga tahu bahwa di NU tidak hanya ada Ansor, IPPNU, IPNU, Muslimat, Fatayat. Juga untuk menegaskan bahwa keberadaan MDSRA ini bukan hanya sebatas jama’ah saja, tetapi juga jam’iyah yang mengusung gagasan besar untuk memajukan Nahdlatul Ulama,” ungkapnya.
Dalam kesempatan ini, MDSRA dilaksanakan bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, dan K. Fathor Rois dihadirkan untuk memberikan tausiyah.
Kiai Fathor Rois membahas tentang spirit untuk berjuang dan spirit untuk kemajuan dalam menghadapi kehidupan. Bahkan, sebuah organisasi yang di dalamnya terdiri dari banyak pihak, tentu harus maju (iqdam) selaras spirit yang terus menggelora dari berbagai organ-organ itu sendiri.
“Bahwa, ulama terdahulu itu memiliki pemikiran maju dalam mengamalkan ilmu agama, sehingga spirit keilmuan pun maju sampai sekarang,” ungkapnya.
Spirit itu ada jika manusia memiliki pemikiran iqdam (maju), dalam hal ini adalah pemikirannya (fikroh an-nahdliyah). “NU harus maju, berkembang dan jaya. Akan tetapi itu semua tergantung fikroh-nya yang memiliki spirit,” pungkasnya.
Kontributor: Matroni
Editor: Mahrus

