Image Slider

6 Alasan Pentingnya Kuliah di Perguruan Tinggi

Oleh: Lukmanul Hakim

Banyaknya seminar atau workshop motivasi yang menampilkan orang-orang sukses tanpa pendidikan formal yang memadai, seringkali banyak yang disalah artikan oleh sebagian orang. Pola pikir salah tersebut salah satunya adalah buat apa kuliah tinggi-tinggi, toh tanpa kuliah pun bisa sukses. Kisah sukses orang yang tanpa pendidikan tinggi, bisa sukses, jangan disalah artikan. Bagaimanapun kuliah itu sangat penting untuk menambah keterampilan, pengetahuan, dan wawasan seseorang untuk menunjang karier ke depannya.

Jika pun ada orang sukses tanpa kuliah, itu hanyalah segelintir orang dengan usaha yang jauh di atas rata-rata orang biasa. Itu pun masih didukung lagi dengan kesesuaian antara usaha dengan kemampuan yang dia miliki serta lingkungan yang mendukung. Tanpa itu, jika kita berpikir tidak perlu kuliah, bisa dibayangkan apa jadinya masa depan kita nantinya. Di era globalisasi seperti ini, kuliah punya banyak dimensi sudut pandang. Namun setidaknya beberapa alasan berikut ini cukup mewakili mengapa seseorang harus kuliah.

Pertama, kuliah penting untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan. Sistem pendidikan yang ada saat ini pada level SMA, MA, SMK atau sekolah kejuruan lainnya masih relatif umum. Jika pun sudah ada penjurusan belum sampai pada level siap kerja dari sisi keterampilan dan pengetahuan. Kuliah adalah proses untuk mengembangkan kemampuan yang sudah didapat di bangku sekolah menengah.

Jika mau fokus pada orientasi karier atau wiraswasta, mereka yang lulusan SMA/MA, perkuliahan jalur akademis (sarjana) adalah pilihan yang paling tepat. Sedangkan bagi mereka yang lulusan SMK/sekolah kejuruan lain, maka pilihan untuk kuliah di jalur vokasi (diploma) lebih tepat. Karena berorientasi pada keterampilan kerja praktis yang sudah mereka dapatkan dari sekolah kejuruan sebelumnya. Pada prinsipnya, sekolah menengah itu masih tahap awal. Jadi jangan sampai berhenti di situ. Sebab keterampilan dan pengetahuan mereka masih belum siap untuk bekerja.

Kedua, semakin tinggi pendidikan, peluang kerja juga semakin besar. Semakin tinggi pendidikan, kesempatan karier semakin luas. Jika hanya tamatan SMA saja, peluangnya juga terbatas. Ingat, saat ini syarat minimum seseorang diterima dalam sebuah pekerjaan, bukan SMK lagi, tetapi minimal S-1. Apapun pekerjaan yang kita idamkan, kuliah adalah jalan untuk mendapatkan bekal di dunia kerja nantinya.

Ketiga, kuliah membuka wawasan dan pengetahuan sehingga membuat pola pikir menjadi lebih dewasa. Dalam perkuliahan, mahasiswa tidak hanya belajar tentang beragam ilmu pengetahuan yang sesuai dengan disiplin ilmunya (fakultas) hingga mendapatkan nilai yang muntaz dan ijazah saja. Pergaulan mahasiswa dalam dunia kampus juga bermanfaat untuk mengembangkan kepribadian dan merubah sudut pandang generasi muda terhadap suatu hal ke arah yang lebih baik. Seringkali saat bekerja nantinya, orang yang pernah mengenyam bangku perkuliahan lebih mampu menyelesaikan masalah dengan kepala dingin, memandang masalah dari berbagai sudut pandang dan juga lebih mampu memikirkan berbagai jalan untuk menemukan solusi dibandingkan dengan orang yang tidak kuliah.

Keempat, bagi yang ingin berkarirr di dunia akademis, kuliah bisa jadi jalan untuk pendidikan yang lebih tinggi lagi. Sistem perkuliahan di tanah air adalah berjenjang, mulai dari strata 1, 2 sampai level doktor (strata 3). Bagi yang bergerak di bidang akademis, memiliki cita-cita meraih gelar doktor, merupakan keharusan bagi mereka, atau bahkan jadi profesor, bisa jadi sebuah impian. Untuk mewujudkan cita-cita itu satu-satunya jalan adalah kuliah setahap demi setahap. Jika telah menjalani kuliah tahap S-1, baru seseorang akan memikirkan ke tingkat berikutnya.

Kelima, menuntut ilmu setinggi mungkin bisa meningkatkan derajat seseorang di mata Tuhan dan manusia. Bagi pemeluk agama apa pun, pasti ada ajaran untuk menuntut ilmu setinggi mungkin dan terus belajar hingga tua. Misalnya saja sebagai seorang muslim ada keyakinan bahwa mereka yang menuntut ilmu, Tuhan akan meninggikan derajatnya dan menguatkan kedudukannya. Lulusan sarjana tentu saja dipandang lebih baik di masyarakat dibandingkan yang tidak kuliah. Itulah alasan penting kenapa harus kuliah.

Keenam, dengan kuliah seseorang punya peluang karier yang lebih baik untuk menjadi orang kaya. Inti dari kuliah adalah agar bisa berkarier yang lebih baik lagi untuk sukses dan menjadi orang kaya. Lulusan sarjana punya banyak kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan-pekerjaan tetap yang mengharuskan memiliki gelar akademik yang tinggi. Salah satu bukti, beberapa direktur perusahaan besar pasti memiliki level pendidikan yang baik.

Profesi keren lain seperti insinyur, dokter, dan sebagainya juga akan berbanding lurus dengan gaji yang didapatkan. Di sisi lain, kuliah juga bisa menjadikan orang kaya ilmu dan bermanfaat bagi sesama.

Biaya kuliah tidaklah murah, apalagi jika kuliah di kampus swasta. Bagi sebagian orang beranggapan bahwa kuliah adalah barang mewah akibat penghasilan orang tua yang pas-pasan. Biar tidak buang-buang waktu dan biaya, hindari jebakan alasan keliru orang kuliah berikut ini.

Pertama, kuliah hanya ikut-ikutan teman atau sekedar gengsi. Banyak siswa lulusan SMA/SMK yang awal masuk kuliah itu tidak punya tujuan yang jelas. Mereka bingung mau kuliah di mana, jurusan apa dan impiannya bagaimana. Kondisi seperti ini membuat mereka sekedar ikut-ikutan teman. Kuliah seperti ini berisiko, karena tanpa keinginan dan niat yang kuat, sebaiknya dibatalkan saja. Karena bisa mengakibatkan mereka kuliah saja dan terkadang tidak bisa menyelesaikannya hingga akhir. Penyakit malas, terjerumus pada pergaulan yang salah, berimplikasi pada hal-hal negatif, apalagi bagi yang tidak diniatkan.

Bagi yang kecil penghasilan ekonominya atau tidak memiliki uang, kuliah terkadang dijadikan ajang gengsi. Mereka kuliah di kota besar, kampus mewah, namun tidak memiliki tujuan yang jelas di bidang yang ditekuninya. Hanya sekedar cari sensasi, jalan-jalan bersama teman-temannya. Kondisi ini harus dihindari. Mahasiswa dan orang tua harus berdiskusi terkait karier yang ingin diraih nanti.

Kedua, kuliah karena paksaan orang tua. Orang tua terkadang memiliki pandangan tertentu terkait masa depan anaknya. Bidang profesi keren seperti dokter, insinyur, banker dan sebagainya membuat mereka ingin mengarahkan anaknya seperti keinginannya. Terutama bagi orang tua yang dinyatakan sukses di bidang yang ia geluti. Orang tua harus ingat bahwa anak bisa jadi berbeda dengan keinginan atau kisah sukses orang tuanya. Memaksakan anak akan membuat anak stress dan gagal dalam merencanakan kuliah.

Ketiga, kuliah karena alasan lain yang tidak masuk akal atau terkesan emosional. Masa remaja seperti lulusan SMA identik dengan beberapa kondisi mental yang rawan dari godaan negatif atau menyimpang. Orang tua harus peka terhadap perubahan kondisi anak. Anak kuliah yang tidak jelas arahnya bisa saja terpengaruh alasan yang tidak masuk akal seperti ingin hidup bebas, malas bekerja, dan lain sebagainya. Jika memang alasan ini membuat mereka memutuskan kuliah, seberapa lama pun mereka kuliah tidak akan pernah menjadi sarjana. Wajar mereka diberi gelar mahasiswa paling lama oleh sebagian mahasiswa.

Keempat, karena biayanya yang tidak murah, kuatkan tekad dan tidak bermain-main untuk meraih impian dan cita-cita. Salah satu tahap karir yang harus dilalui adalah kuliah. Biaya pendidikan di bangku perkuliahan tidak murah. Sebaiknya orang tua berpikir secara matang sebelum memutuskan untuk kuliah. Yakinkan niat jika memang ingin menuntaskan pendidikan sampai ke tingkat sarjana, magister, hingga doktor, agar kelak anak bisa sukses dalam karier dan menjadi kebanggaan orang tua yang telah bekerja keras, banting tulang membiayai kuliah anaknya.

*) Mahasiswa Semester VIII Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) Guluk-Guluk, Kepala Perpustakaan MA 1 Annuqayah Guluk-Guluk Periode 2020-2021, Sekretaris Lajnah Falakiyah Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk Periode 2020-2021, dan Guru Ngaji di Pondok Pesantren Annuqayah Daerah Lubangsa Guluk-Guluk Tahun 2016-Sekarang.

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga