Bluto, NU Online Sumenep
Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Bluto resmi dilantik. Prosesi pelantikan itu dikemas dalam rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pakandangan Sangrah, Kecamatan Bluto, Sumenep, Jumat (11/9/2026).
Kegiatan ini dihadiri jajaran pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Bluto, badan otonom NU, kader GP Ansor, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga setempat. Acara berlangsung khidmat dengan pembacaan Maulid Nabi dan lantunan shalawat.
Ketua PAC GP Ansor Bluto, Moh Anwar Anas, mengatakan pelantikan bukan sekadar pergantian atau pengesahan kepengurusan, tetapi menjadi awal bagi kader untuk menjalankan amanah organisasi.
“Pelantikan ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi awal dari sebuah amanah dan tanggung jawab untuk terus bergerak dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan, GP Ansor harus menjadi ruang bagi generasi muda untuk belajar, berorganisasi, sekaligus mengambil peran dalam kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat.
Sementara itu, Ketua MWCNU Bluto, Kiai Ahmad Wari, meminta kader Ansor terus menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) serta memperkuat hubungan dengan para ulama.
” Kader Ansor harus memiliki komitmen terhadap agama, organisasi, dan masyarakat. Karena itu, kaderisasi perlu diperkuat agar organisasi mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai perjuangan NU,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua PC GP Ansor Sumenep, KH Qumri Rahman, menyampaikan tausiah tentang pentingnya menjadikan Maulid Nabi sebagai momentum meneladani akhlak Rasulullah SAW.
Ia mengajak kader muda NU memperkuat persaudaraan, menjaga akhlak, dan menghadirkan kemanfaatan nyata di tengah masyarakat.
“Kader muda tidak cukup hanya aktif dalam kegiatan organisasi, tetapi juga harus mampu hadir ketika masyarakat membutuhkan,” pesannya.
Kiai Qumri menambahkan, semangat meneladani Rasulullah SAW harus diwujudkan melalui kerja nyata. Menurutnya, keberadaan kader Ansor akan semakin berarti apabila mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

