Kota, NU Online Sumenep
Saat memberikan keynote speech pada acara Simposium Peradaban NU di Keraton Sumenep pada Sabtu (5/3/2021), Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Yahya Cholil Staquf menegaskan bahwa peradaban selayaknya dibangun dari nilai yang kompleks.
“Peradaban terdiri dari berbagai komposisi yang kompleks. Ia tersusun atas sekumpulan orang yang melahirkan susunan struktur yang memiliki nilai,” ungkap mantan Juru Bicara Presiden era Gus Dur ini.
Selanjutnya, Gus Yahya juga berharap agar kantor Pengurus Cabang sampai MWCNU di Nusantara menjadi outlet penggerak perekonomian NU. “Jika ini berhasil, maka tidak akan ada lagi proposal pendanaan ketika NU ingin mengadakan kegiatan,” imbuh beliau.
Sementara itu Ketua PWNU Jawa Timur, KH. Marzuki Mustamar dalam sambutannya mengatakan peradaban menjadi dasar menjalin hubungan sesama manusia karena mempunyai nilai rasa lemah lembut.
“Peradaban memunculkan rasa lemah lembut sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah SAW dalam berjuang berdakwah”, ujar pengasuh PP. Sabilurrasyad, Malang ini.
Pada kesempatan tersebut, beliau juga menganalogikan rasa lemah lembut Rasulullah ketika membaca bacaan sholat dengan begitu cepat dan pendek karena ada anak bayi yang menangis di saat sang ibu shalat bermakmum kepadanya.
Diketahui, dalam forum tersebut juga hadir pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Situbondo KHR. Ahmad Azaim Ibrahimy, M. Mas’ud Sa’id selaku Ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jawa Timur, dan Budayawan Nasional asal Madura KH. D. Zawawi Imron yang didaulat sebagai narasumber simposium peradaban NU.
Pewarta: Syaiful
Editor: Ach. Kholilurrahman

