Kota, NU Online Sumenep
KH D Zawawi Imron, Budayawan Madura mengatakan, Nahdlatul Ulama (NU) tidak mempermasalahkan modernitas. Hal ini disampaikan saat Simposium Peradaban NU di Pendopo Keraton Sumenep, Sabtu (05/03/2022).
“Kenyataannya, umat Islam naik haji dengan mengendari pesawat terbang. Tidak lagi naik unta dan kapal atau perahu. Jadi, modernitas juga dibutuhkan dan digunakan pada hal-hal yang bermanfaat,” tuturnya sampaikan materi dengan tajuk ‘Kebudayaan NU di Tengah Arus Industri Populer’.
Realitasnya di lapangan, tambahnya, sudah banyak perguruan tinggi NU yang berada di bawah payung pesantren, mulai membuka fakultas khusus, seperti akademi keperawatan dan kebidanan.
“Kami yakin, sebelum meresmikannya, para kiai bersujud kepada Allah SWT guna mendapatkan ilham dan inspirasi, sehingga terdorong untuk memajukan lembaga pendidikan tinggi yang lebih unggul dan outputnya bermanfaat bagi masyarakat,” kata Kiai Zawawi.
Pria yang dikenal dengan julukan Si Celurit Emas ini mengimbau pada Nahdliyin agar tidak mengandalkan kepandainya saja dalam menyelesaikan masalah. Tetapi diimbangi dengan kedalaman rasa.
“Warga NU harus menggunakan nilai-nilai ke-NU-an yang tradisionalis dan mengedepankan hati nurani saat menghadapi ragam persoalan. Nilai-nilai tersebut sudah ada sejak masa Nabi Adam a.s hingga saat ini. Dengan demikian, nilai luhur ini tidak bisa digantikan dengan nilai yang baru,” pintanya.

