Image Slider

Kiai Ainul Yaqin Khalil Dorong Warga Nonggunong Cintai Nabi

Nonggunong, NU Online Sumenep

Di acara Maulid Nabi Muhammad SAW dan pelantikan pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Nonggunong, KH R Ainul Yaqin putera KH Khalil As’ad Syamsul Arifin mendorong masyarakat, khususnya warga NU agar mencintai Rasulullah SAW, Kamis (11/11/2021) malam di di Pondok Pesantren Zainur Ridha Desa Nonggunong, Kecamatan Nonggunong Kepulauan Sapudi.

Beliau doakan, perkumpulan ini mendapat syafaat kelak dari Kanjeng Nabi Muhammad SAW. Kemudian ia mengutip perkataan Imam Junaid bahwa, barang siapa yang datang ke acara Maulid Nabi, maka termasuk orang yang beruntung, beriman dan cinta pada Nabi Muhammad SAW.

“Kalau kita dinilai punya cinta, maka kita bakal berkumpul dengan kanjeng Nabi. Kata Nabi, barang siapa yang cinta kepada Rasulullah, maka kelak akan bersama dengannya di surga,” ujarnya sambil berdoa.

Kiai Ainul Yaqin sangat mengapresiasi kegiatan maulid di tempat tersebut yang diwarnai pemberian aneka hadiah. Menurutnya, hal itu termasuk cara mencintai Nabi dengan mengorbankan harta.

“Kata Abu Bakar, siapa yang mengeluarkan hartanya pada acara maulid, maka akan menjadi temanya di surga,” imbuhnya.

Mencintai nabi, katanya, harus sungguh-sungguh datang dari lubuk hati yang terdalam, sampai mengakar dalam diri. Jika itu ada, maka shalawat itulah yang akan mengubah diri seseorang kepada kebaikan.

“Semoga kita semua diberi rezeki mencintai nabi yang berbuah pada kebaikan,” doanya.

Lalu beliau membaca Shalawat Badar bersama jamaah pengajian yang diikuti jam’iyah shalawat.

“Ibadahnya itu Muhammad, perjuangannya juga Muhammad. Insan Kamil itu Muhammad, Pamungkas nabi juga Muhammad,” begitu salah satu syair yang dibaca Kiai Ainul Yaqin.

Tak hanya itu, beliau berdoa agar jamaah yang mengikuti pengajian, bersama dengan Nabi Muhammad SAW di akhirat kelak. Selain itu, dirinya mengajak warga membaca Shalawat Nariyah bersama, dengan harapan mendapatkan rasa cinta pada Nabi.

“Kalau cinta itu ada, maka kita akan dikumpulkan kelak dengan orang yang dicintai. Cinta bisa menarik kita bersama dengan orang yang kita cintai. Saat membaca shalawat kita memohon tambahan kekuatan keimanan kepada Allah SWT, dan semoga kita mendapat kesenangan melaksanakan perintah Allah yang sudah dicontohkan oleh baginda Nabi Muhammad SAW,” ungkapnya.

Di akhir hayat, sambungnya, umat Islam wafat dalam keadaan khusnul khatimah.

“Barang siapa yang terus membaca shalawat dalam jumlah tertentu, maka dia tak akan mati kecuali mati dalam keadaan khusnul khatimah,” tuturnya.

Tanda-tanda orang berkumpul dengan orang shaleh di akhirat, cerminannya saat ada di dunia ia berkumpul dengan orang shaleh.

“Kalau di dunia kita selalu berkumpul dengan orang jelek, maka menjadi cermin di akhirat tak jauh beda,” sergahnya.

Di akhir acara, beliau mendoakan Indonesia dijauhkan dari musibah, dari berbagai macam penyakit dhahir dan batin.

“Kita ingin menyembuhkan jasmani dan rohani kita melalui shalawat kepada baginda Rasulullah SAW,” sambungnya lagi.

Penyakit dhahir dirasakan, tapi penyakit rohani tak dirasakan, yaitu penyakit dengki, sombong, iri hati dan lain-lain.

“Semoga kita diselamatkan oleh Allah dan shalawat Nariyah ini menjadi kekuatan serta benteng untuk kita dalam kehidupan keluarga, bersaudara, bertetangga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” pungkasnya.

Editor: Firdausi

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga