Image Slider

Kiai Taufiq: Lebih Baik Menunggu 2 Jam Daripada Ditunggu 2 Menit

Lenteng, NU Online Sumenep

Kabar duka menyelimuti Nahdliyin di Sumenep. Salah seorang kiai kharismatik, Mustasyar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep, KH Moh Taufiqurrahman FM wafat sekitar pukul 06.20 WIB, Jum’at (07/01/2021).

Kabar duka yang menimpa Keluarga Besar Pengasuh Pondok Pesantren Mathlabul Ulum Jambu, Lenteng tersebut tersiar melalui pesan di grup WhatsApp NU Madura, dan berbagai grup lainnya.

Innalillahi wa Inna ilaihi Raji’un, telah wafat kembali ke Rahmatullah guru kita, orangtua kita, pengasuh pondok kita, Almukarrom KH. Moh. Taufiqurahman FM di RSUD Sumenep, pukul 6.20 WIB,” tulis seseorang di grup tersebut.

Zaynollah, Ketua Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Sumenep menuturkan, almarhum merupakan sosok kiai yang disiplin waktu. Hal itu dapat dilihat saat beberapa kali menghadiri kegiatan-kegiatan NU.

“Beliau sempat dawuh, dan sampai saat ini selalu saya ingat. Lebih baik menunggu dua jam, daripada ditunggu dua menit. Ini patut kita contoh bagaimana ke depan kita lebih disiplin akan waktu,” ujarnya kepada NU Online Sumenep.

Di waktu bersamaan, PC IPNU Sumenep menggelar Latihan Instruktur yang ditempatkan di pesantren KH Moh Taufiqurrahman. Menurut Zaynollah, almarhum sempat menyatakan sanggup untuk membersamai para kader NU dan mengisi tausiyah.

“Namun Allah SWT berkehendak lain. Beliau mendahului kita semua,” imbuh Zaynollah.

Lebih jauh, Yudi Abdurrasyid, salah seorang alumni Pondok Pesantren Mathlabul Ulum Jambu menuturkan, di periode sebelumnya, KH Moh Taufiqurrahman menjabat sebagai Rais PCNU Sumenep, dan saat ini beliau diamanahi sebagai Mustasyar. Sehingga harakah ke-NU-an beliau tidak diragukan.

“Soal kiprah beliau di NU, semua tahu ya. Beliau tidak diragukan lagi, beliau sangat totalitas. Kondisi kesehatan tidak menyurutkan semangat beliau hadir ke acara NU,” ujar Sekretaris PC IPNU Sumenep itu.

Selain itu, tambah Yudi, almarhum pernah menyampaikan kepada para alumni, bahwa selama berada dalam bimbingan beliau, di Pondok Pesantren Mathlabul Ulum, harus mengikuti jejaknya, termasuk di Nahdlatul Ulama.

“Siapapun dari golongan manapun, boleh ikut organisasi apapun. Tapi selama masih ada dalam bimbingan saya di Mathlabul Ulum, harus mengikuti apa yang saya ikuti,” ungkap Yudi menceritakan.

Diketahui, almarhum KH Moh Taufiqurrahman akan dikebumikan pukul 13.00 WIB di kompleks pemakaman Pondok Pesantren Mathlabul Ulum Jambu Lenteng.

Editor: A Habiburrahman

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga