Image Slider

Mengenal Tabib Muda dari IPNU Gapura

Gapura, NU Online Sumenep

Usianya baru 19 tahun, tapi ia sudah mengobati banyak pasien mulai dari orang tua sampai anak-anak di daratan Sumenep bahkan sudah pernah diundang ke kepulauan. Ia adalah Asyraful Umam, Bendahara PAC IPNU Gapura yang saat ini sering menangani pengobatan dan penyembuhan dengan Ilmu Hikmah.

Saat ditemui NU Onlilne Sumenep, remaja yang akrab disapa Umam ini menuturkan bahwa pengobatan Ilmu Hikmah yang digelutinya meliputi tenaga dalam, wifiq, hizib, asma’, dan dzikir-dzikir tertentu. Semua itu dipraktikkan menggunakan beberapa metode, di antaranya; Ruqyah, Bekam, Al-Fashdu, Gurah, Totok syaraf dengan totok telur, jari petir, terapi sendok, totok punggung, dan terapi hipnotis.

“Pengobatan yang saya lakukan di antaranya Ruqyah dengan Al-Qur,an dan doa, Bekam yaitu mengeluarkan darah kotor dan cairan yang tidak bisa dicerna atau diserap tubuh, Al-Fashdu, Gurah atau mengeluarkan lendir, totok syaraf meliputi totok telur, jari petir, terapi sendok, totok punggung, dan hipnoterapy,” ungkap mahasiswa INSTIKA Guluk-Guluk ini.

Ia termotivasi untuk belajar ilmu ketabiban karena berawal dari kematian kakeknya beserta kerabat lainnya yang kabarnya dikena ilmu sihir, sehingga ia tertarik untuk belajar Ilmu Hikmah dan pengobatan sebagai ikhtiar agar keluarganya terlindungi.

“Dahulu saya mendengar cerita bahwa kakek saya dan kerabat-kerabatnya meninggal lantaran dikena sihir, dari cerita itulah saya termotivasi untuk belajar ilmu hikmah dan pengobatan, setidaknya dapat menjaga diri sendiri, lebih-lebih dapat membantu orang lain dalam ikhtiar kesembuhan,” tegasnya.

Remaja yang pernah ikut Keluarga Besar Ruqyah Aswaja (KBRA) ini mulai mempraktikkan ilmu ketabibannya sejak kelas 5 MI dengan mengobati penyakit-penyakit ringan seperti panas, sakit kepala, dan sejenisnya. Ditanya tentang muasal ilmu ketabibannya, warga Desa Andulang ini menuturkan bahwa dirinya belajar dari beberapa kiai, ustadz, baik yang ada di Sumenep sendiri maupun sowan ke kiai yang ada di luar pulau.

“Saya belajar dari beberapa ahli Hikmah baik dari kiai-kiai, ustadz-ustadz, dan juga beberapa orang yang ahli dalam hal ilmu hikmah dan pengobatan khususnya yang ada di Sumenep sendiri, juga dari luar pulau dengan cara sowan dan berguru, juga saya pernah mengikuti pelatihan KBRA yang di dalamnya saya memperoleh banyak ilmu pengobatan,” ungkapnya.

Alumnus Madrasah Nurul Anwar dan Nasy’atul Muta’allimin Gapura ini memiliki pengalaman berkesan dalam dunia pengobatan, saat dirinya sedang duduk di bangku Aliyah, ia dipanggil oleh BK ke kantor dan ternyata di kantor ada seseorang yang menjemputnya untuk mengobati kesurupan massal di suatu tempat. Selain itu, ia juga pernah mengadakan pengobatan dan bekam gratis saat dirnya sedang melaksanakan MPS (Masa Pengabdian Siswa) dengan jumlah pasien lebih dari 50 orang.

Ditanya tentang cara mengelola waktu antara kegiatan pertabiban dan kuliahnya, remaja pemilik kanal YouTube Tabib Muda Official ini mengaku bahwa kegiatan kuliahnya sama sekali tidak terganggu oleh kegiatan pertabibannya karena ia menggunakan waktu libur dan jam luar kuliah untuk kegiatan pertabiban.

“Sama sekali tidak terganggu, karena saya membantu pengobatan ketika waktu libur saja, atau jika sangat mendesak saya membantu di luar jam-jam kuliah semisal sehabis kuliah,” tandasnya.

Di akhir wawancara ia berharap agar dirinya bisa belajar ilmu ketabiban lebih dalam lagi agar bisa lebih bermanfaat bagi orang lain.

“Harapan saya ke depan, semoga saya bisa belajar lebih mendalam lagi mengenai ilmu pengobatan untuk lebih maksimal lagi dalam hal membantu kesembuhan dan juga semoga ke depan dapat lebih bermanfaat bagi orang lain,” pungkasnya.

Editor: Ibnu Abbas

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga