Guluk-Guluk, NU Online Sumenep
Neng Inayah Wahid menyebutkan bahwa Hadratussyeikh KH Muhammad Hasyim Asy’ari, KH. Wahid Hasyim dan KH Abdurrahman Wahid selalu memperlakukan sama antara laki-laki dan perempuan, dalam segala hal.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Motivasi Belajar yang digelar Pondok Pesantren Annuqayah Lubangsa Putri Guluk-Guluk pada Ahad (26/12/2021), bertempat di halaman pesantren setempat.
Putri bungsu Presiden keempat RI, Gusdur itu juga mengatakan masa depan perempuan tergantung pada sikapnya hari ini.
“Kita harus mengambil tindakan dan sikap yang benar hari ini. Kita juga mempunyai kekuatan untuk membuat orang lain menjadi seperti apa yang kita harapkan, tapi kita tidak boleh memaksa,” tuturnya.
Founder Positive Movement ini juga membahas tentang kesetaraan antara kaum perempuan dan laki-laki.
“Dalam ajaran Islam, perempuan mempunyai kedudukan yang setara dengan laki-laki. Sejak abad 14 yang lalu, Al-Qur’an telah menghapuskan diskriminasi antara laki-laki dan perempuan, bahkan Al-Qur’an memandang sama kedudukan laki-laki dan perempuan,” tegasnya.
Sehingga, menurut Neng Inayah, Islam mengajarkan persamaan antara manusia, baik antara laki-laki dan perempuan, persamaan antara bangsa, suku, dan keturunan.
Yang membedakan antara satu dan yang lainnya hanyalah perihal ketaqwaan dan pengabdiannya kepada Sang Maha Pencipta, Allah SWT.
Beliau juga mengulas cara untuk menghilangkan rasa malas belajar dalam diri seseorang.
“Tips menghilangkan rasa malas belajar yaitu pertama, motivasi diri sendiri. Motivasi dari diri sendiri adalah hal yang penting bagi seorang pelajar. Setiap orang perlu mendapatkan dorongan motivasi dalam aktifitasnya sehari-hari,” ucapnya.
Kedua, kenali strategi dalam belajar. Setiap orang mempunyai cara masing-masing dalam belajar. Mendengarkan musik sambil belajar adalah salah satu cara yang bisa menghilangkan rasa bosan bahkan rasa penat saat mengerjakan tugas. Musik yang cocok untuk belajar salah satunya adalah alunan instrumen yang dapat menenangkan pikiran dan mempengaruhi mood seseorang.
“Ketiga, kenali lingkungan yang tepat dalam belajar. Lingkungan belajar merupakan salah satu peran penunjang keberhasilan dalam belajar. Lingkungan yang mendukung dan suasana yang baik akan membuat nyaman dalam belajar. Oleh sebab itu, ruang belajar yang rapi dan tertata baik akan menghasilkan suasana yang nyaman dalam belajar,” paparnya.
Ketua Pengurus Pondok Pesantren Annuqayah Lubangsa Putri, Faizatin dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur karena para santri bisa belajar langsung kepada Neng Inayah Wahid. Diharapkan para santri bisa meningkatkan semangat belajar agar lebih giat.
“Kami sangat bersyukur. Karena pertama kalinya Neng Inayah Wahid ke sini. Sekali ke Annuqayah langsung bisa mengisi acara di Lubangsa Putri. Acara ini bertujuan untuk menyemangati santri dengan beberapa motivasi belajar di pesantren,” pungkasnya.
Editor: Ibnu Abbas

