Image Slider

Wakil Ketua NU Jatim Sebut Realisasi Panca Harakah di Sumenep Cukup Masif

Kota, NU Online Sumenep

Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH. A. Jazuli Nur menjelaskan tentang rumusan Panca Harakah atau lima gerakan yang harus diwujudkan oleh setiap elemen struktur NU. Hal demikian dinilai penting untuk menjawab tantangan kehidupan yang kian dinamis.

“Pada rapat pleno bulan Maret kemarin, PWNU Jawa Timur telah merumuskan kembali, meski hanya redaksional, yakni Panca Harakah sebagai cita-cita bersama yang harus diwujudkan,” ungkap saat pembukaan Muskercab NU Sumenep di Pondok Pesantren Tarate Selatan Pandian Sumenep, Ahad (19/06/2022).

Pertama, yaitu gerakan kaderisasi dan pendataan. Menurut Kiai Jazuli, jantung organisasi adalah kaderisasi. Karena itu, pengkaderan perlu dimasifkan sebagai salah satu upaya menguatkan basis.

“Namun saya lihat di Sumenep kaderisasinya sangat masif. Kegiatan PKPNU sejak awal terus dilakukan. Sangat luar biasa ini,” lanjutnya.

Namun demikian, lanjut Kiai Jazuli, hal yang masih perlu dibenahi oleh NU adalah perihal pendataan. Ia memandang, pendataan di NU kurang tertib dan detail. Berbeda dengan organisasi lain yang justru memiliki data dan dokumentasi yang lengkap.

“Ini yang perlu kita benahi bersama. Bagaimana kita juga mulai mengupayakan pendataan ini maksimal. Misalnya dalam hal pendataan keanggotaan. Mestinya kita sudah punya data anggota yang lengkap dan detail,” terangnya.

Kedua, gerakan pendidikan berkualitas. Sektor pendidikan merupakan hal mendasar. Karena itu, penting digalakkan pendirian sekolah bahkan perguruan tinggi NU yang kompetitif dan bermutu di berbagai daerah demi meningkatkan sumber daya manusia NU yang berkualitas.

“Kita sudah mencanangkan program sekolah unggulan. Setiap kabupaten harus ada sekolah NU atau sekolah milik NU unggulan. Maka jangan sampai ada anaknya orang NU, lebih-lebih pengurus NU yang sekolah di luar milik NU,” tegasnya.

Menurut Kiai Jazuli, di Kabupaten Sumenep sendiri, dalam aspek pendidikan dinilai cukup baik. Terbukti banyak masyarakat Madura yang unggul di bidang pendidikan berasal dari Sumenep.

“Gerakan Pendidikan berkualitas ini juga dimulai di PCNU Sumenep. Masyarakat Madura yang unggul di bidang pendidikan kebanyakan orang Sumenep. Dan itu warga NU. Luar biasa Sumenep ini potensinya,” terangnya.

Ketiga, gerakan ekonomi dan kemandirian. Dalam aspek ekonomi, menurut Kiai Jazuli, Sumenep sudah memulai lebih dulu. Dibuktikan dengan berdirinya lembaga keuangan yang hingga saat ini berkembang pesat.

Namun, dirinya menekankan pentingnya kesadaran akan kebersamaan dalam bidang usaha. Ia mencontohkan salah satu watak orang Madura yang perlu diubah, yakni saling bergesekan antar satu dengan yang lain.

“Ini perlu kita benahi bersama kelemahan ini. Kita harus bersama-sama mengembangkan perekonomian dan juga kemandirian, dalam hal apapun,” pintanya.

Keempat, gerakan kesejahteraan dan kesehatan. Dalam hal ini, PWNU Jawa Timur telah menargetkan pendirian Rumah Sakit NU di berbagai daerah. Tentu dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Kiai Jazuli pun menanyakan langsung kepada hadirin terkait kesiapan Sumenep dalam mendirikan Rumah Sakit NU. “Alhamdulillah, artinya PCNU Sumenep merespons baik rumusan PWNU Jawa Timur ini. Semoga segera terwujud,” sambungnya.

Kemudian, kelima, gerakan literasi dan dakwah. Perihal literasi dan dakwah sangat urgen dalam rangka memberikan pemahaman kepada khalayak tentang visi dan misi NU ke depan adalah menjadi mandat peradaban.

“Ini komitmen PBNU. Karena kita hidup dalam dunia globalisasi. Maka penting merangkul dan mendidik kaum milenial agar bisa menjawab tantangan di bidang teknologi informasi sebagai salah satu wadah gerakan literasi dan dakwah,” pungkasnya.

Editor: A. Habiburrahman

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga