Pragaan, NU Online Sumenep
Waktu Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep, Salehoddin menceritakan bahwa sebelum masuk di jajaran pengurus Tanfidziyah tingkat cabang, di masa kepemimpinan KH Ilyasi Siraj, dirinya memulai mengumpulkan seluruh guru NU hingga terbentuklah wadah Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) dan Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU berbadan hukum atau mengantongi SK.
“MWCNU Pragaan unik dan membanggakan. Kami pernah merintis lomba 3 bahasa di tingkah cabang. Pesertanya paling banyak 300-400. Di sini MWCNU Pragaan menyelenggarakan lomba, pesertanya 1000 lebih. Momen ini jangan sampai kendor dan surut,” pintanya saat memberikan pengarahan di acara Haul Muassis dan Hari Lahir (Harlah) ke-99 serta Harlah Baitul Maal wa Tamwil Nuansa Umat (BMTNU) ke-10, Rabu (16/02/2022) malam.
Menurutnya, banyak cara untuk mengenalkan NU sejak dini pada generasi muda, salah satunya dengan ajang perlombaan. Karena pintu dakwahnya sangat banyak.
“Di Pragaan, ada Ketua Ranting NU yang bergelar akademik doktor. Bayangkan, masih ada kalangan ilmuwan dan intelektual muda yang memikirkan NU. Sebaliknya, kalangan intelektual muda lainnya harus dirangkul oleh pengurus,” pintanya.
Tenaga pendidik Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) Batuan meminta pada pengurus untuk melibatkan Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) dan seluruh Kepala Desa di acara NU.
“Dulu saat mencalonkan diri jadi pemimpin, mendekatkan diri pada kiai. Ini yang harus kita fikirkan, karena jadi calon kepala desa tidak berangkat dari partai politik. Dan yang memilih mereka adalah warga NU. Beliau adalah warga kita yang semestinya dirangkul sehingga bisa duduk bersama di acara mulia ini,” sergahnya.
Solehoddin menegaskan, haul muassis adalah mengenang jasa para ulama yang akarnya ada di Bangkalan, yakni Syaikhona Muhammad Kholil. Saat ini Madura menjadi barometer NU di seluruh dunia.
“Setiap ke ranting, ajak anak-anak muda kita untuk hadir ke acara ke-NU-an. Kami yakin, lewat kegiatan rutinan itu, mereka mengenal NU sejak dini. Selamat menyelenggarakan Harlah,” pungkasnya sambil menyampaikan pesan Rais Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Abd A’la Basyir.
Editor: Ach. Khalilurrahman

