Kota, NU Online Sumenep
Banyak cara yang dilakukan oleh masyarakat untuk mensakralkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Republik Indonesia (RI). Seperti warga perumahan Graha Wiraraja, Desa Kolor, Kecamatan Kota, yang menggelar istighotsah untuk mensyukuri hari kemerdekaan Indonesia, Senin malam (16/8/2021).
Ketua panitia pelaksana, Sujarno mengutarakan, kegiatan ini setiap tahun dilaksanakan. Namun untuk kali ini pihaknya melaksanakan secara sederhana, karena Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tetap diperpanjang oleh pemerintah.
“Tasyakuran ini juga berbarengan dengan bulan Muharram atau dikenal dengan bulan Suro. Di mana tradisi warga perumahan adalah mensakralkannya dengan beragam kegiatan yang sifatnya religi, seperti memandikan keris, rokat pekarangan, dan sejenisnya,” tuturnya.
Di kesempatan yang sama, Irwan Sujatmiko selaku panitia juga menjelaskan bahwa, panitia sengaja tidak mengemas acara dengan pesta, seperti halnya tahun sebelumnya. Sebab Covid-19 menjadi ancaman bagi warga perumahan.
“Kita bersama anak cucu 90% lahir setelah kemerdekaan. Posisi kita tidak ikut berjuang mengusir penjajah bersama laskar Hizbullah dan Sabilillah. Saat ini kita menikmati hasil jerih payah perjuangan para leluhur. Namun dibalik itu, tantangan yang ada di hadapan kita adalah bagaimana bisa menjaga Indonesia dan mewariskannya menjadi lebih baik pada anak cucu kita nanti,” ungkap pria yang kini menjabat sebagai Wakil Sekretaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep.
Tak hanya itu, selain pandemi yang menjadi tantangan di masa kini, ada pula tantangan informasi yang menyesatkan alias hoax.
“Untuk itu, mari kita asah kepekaan kita dengan selalu belajar dan terus belajar atau bahasa kerennya adalah melek informasi,” tambahnya.
Di akhir sambutannya, dewan pengarah Lembaga Ta’lif wan-Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN NU) Sumenep tersebut mengucapkan terima kasih kepada para warga Gaw yang telah menyiapkan acara ini.
“Setiap acara yang digelar oleh warga perumahan, pada akhirnya akan merekatkan kita sebagai keluarga. Semoga ukhuwah ini tetap erat,” pungkasya.
Acara dibuka dengan pembacaan istighotsah, pemotongan tumpeng sebagai wujud syukur atas nikmat Allah SWT, dan diparipurnai dengan doa.

