Batang-Batang, NU Online Sumenep
Pemerintah Desa Banuaju Timur bersama Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya peringati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Republik Indonesia dengan nonton bareng (nobar) film Sang Kiai. Pada Senin (17/8/2021), di Balai Desa setempat.
Pasalnya, 17 Agustus 1945, 76 tahun yang silam, Indonesia dari belenggu para penjajah. Selama tiga abad lebih bumi pertiwi berada dalam kuasa Negera lain, dari Jepang hingga Belanda. Upaya mencapai kemerdekaan itu tidak lepas dari perjuangan para kiai dan santri.
Oleh karena itu, menurut Koordinator Desa KKN UINSA Surabaya di Desa Banuaju Timur Kecamatan Batang-Batang, Fathor Rozi, nonton bareng film Sang Kiai ditujukan agar masyarakat lebih jauh mengenal peran serta para kiai dan santri dalam mencapai kemerdekaan.
“Film ini dipilih karena sangat cocok pada peringatan kemerdekaan. Selain masyarakat mengenal sejarah perjuangan, mereka juga tahu bahwa para kiai juga terlibat di dalam merebut kemerdekaan”, ungkapnya kepada NU Online Sumenep.
Film Sang Kiai Sendiri menceritakan kisah dari seorang pemuka agama, tokoh besar yang disegani dan memiliki pengikut yang sangat banyak. Keterlibatannya dalam perjuangan melepaskan Indonesia dalam belenggu penjajah sangat besar. Beliau adalah Hadratussyeikh KH Muhammad Hasyim Asy’ari yang merupakan Pahlawan Nasional, Pendiri Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang, Rais Akbar Nahdhatul Ulama.
“Kita tahu, bahwa Hadratussyeikh KH. Muhammad Hasyim Asy’ari ini memiliki peran yang sangat penting. Dari beliaulah, kobaran semangat perjuangan mengusir penjajah dari negeri ini kembali membara,” imbuhnya.
Kepala Desa Banuaju Timur, Dian Megawati menuturkan, Film Sang Kiai dapat menambah wawasan bagi masyarakat khususnya para pelajar. Sehingga kedepan diharapkan generasi bangsa ini dapat lebih mencintai ulama dan negara.
“Film ini sangat baik untuk masyarakat khususnya anak-anak. Semoga kedepan dapat dijadikan pembelajaran untuk lebih mencintai Kiai dan Negara”, pungkas mantan Aktifis PMII tersebut.
Acara nonton bareng tersebut dihadiri oleh masyarakat setempat yang mayoritas adalah pelajar.
Editor: Ibnu Abbas

