Image Slider

Wujudkan Profil Pelajar Pancasila, SMP NU Sumenep Ziarah ke Makam Pahlawan

Batuan, NU Online Sumenep

Sekolah Menengah Pertama Nahdlatul Ulama (SMP NU) Sumenep peringati detik-detik kemerdekaan Republik Indonesia dengan ziarah ke Taman Makam Pahlawan, Selasa (17/8/2021). Melibatkan para guru dan siswa. Hal itu dilakukan guna mewujudkan Profil Pelajar Pancasila.

Sebagai sekolah yang menjalankan Program Sekolah Penggerak (PSP), SMP NU Sumenep terus berupaya mewujudkan pelajar Indonesia sebagai pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berprilaku sesuai dengan nilai Pancasila. Yang kemudian hal itu disebut Profil Pelajar Pancasila.

Menurut Kepala SMP NU Sumenep, Zainal Abidin, momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 merupakan kesempatan terbaik untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur dan syahid memperjuangkan kemerdekaan. Tentu saja hal tersebut merupakan langkah strategis untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila ke dalam diri setiap siswanya.

“Profil Pelajar Pancasila tertuang dalam dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2020 tentang Rencana Strategis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2020-2024,” ungkapnya kepada NU Online Sumenep, Rabu (18/7/2021).

Kegiatan ziarah ke taman makam pahlawan ini dikemas dengan Istighatsah, refleksi kemerdekaan dan tabur bunga. Pria yang akrab disapa Zainal itu berharap, ciri utama yang terkandung dalam profil pelajar Pancasila betul-betul menjadi karakter dalam perilaku dan sifat keseharian siswa-siswinya.

“Profil pelajar Pancasila memiliki enam ciri utama, diantaranya: beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, berkebhinnekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif,” imbuhnya.

Di kesempatan itu, para siswa juga diberikan kesempatan untuk mempresentasikan tentang pahlawan di bidang tekhnologi. Salah seorang siswa, Farzan bersama kelompoknya, memaparkan tentang profil tokoh Baharudin Jusuf Habibi yang memiliki kontribusi besar dalam industri pesawat di Indonesia.

Hal demikian itu, menurut Zainal, merupakan wujud kolaborasi mata pelajaran. Sebagaimana yang diamanahkan oleh kurikulum sekolah penggerak. Tiap mata pelajaran, tidak berdiri sendiri. Melainkan harus bisa saling berkolaborasi mewujudkan profil pelajar pancasila.

‘Merdeka Belajar, Merdeka Mengajar’ bukan berarti merdeka tanpa tujuan tapi mengarahkan kreatifitas siswa sesuai bakatnya karena tiap anak berbeda dengan perbedaan mari kita wujudkan masa depan Indonesia yang Hebat.

“Dengan kegiatan ini bisa menjadi Muhasabah bagi siswa dan guru untuk mengisi kemerdekaan sesuai dengan zaman dan peran masing-masing,” pungkasnya.

Editor: A. Warits Rovi

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga