Image Slider

KH. Md. Widadi Rahim: PCNU Sumenep Harus Jadi Solusi Sosial Umat

Gapura, NU Online Sumenep

KH. Md. Widadi Rahim Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep menuturkan bahwa Nahdlatul Ulama harus mampu menjadi solusi atas berbagai persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.

Hal itu ia sampaikan dalam sambutannya pada acara pelantikan Pengurus PCNU Sumenep Masa Khidmat 2026-2031 di Pondok Pesantren Al-Karimiyyah Baraji, Gapura, Sumenep, Sabtu (16/05/2026).

Kiai Widadi Rahim menegaskan bahwa kepengurusan NU ke depan tidak boleh hanya terjebak pada kegiatan seremonial semata.

“NU harus benar-benar hadir di tengah masyarakat untuk menjawab kebutuhan umat,” tegasnya di hadapan para tamu undangan dan warga nahdliyin.

Dalam kesempatan tersebut, ia memaparkan presentasi bertajuk Anatomi Human Capital PCNU Sumenep 2026–2031. Ia menjelaskan bahwa kekuatan utama kepengurusan PCNU Sumenep saat ini berakar kuat pada tradisi pesantren.

“Pohon besar NU ini akarnya tetap kuat tertanam di pesantren. Sekitar 80 persen pengurus merupakan lulusan pesantren lokal,” ungkapnya.

Ia juga memaparkan bahwa struktur kepengurusan PCNU Sumenep periode kali ini berjumlah 431 orang. Mayoritas pengurus memiliki latar belakang pendidikan formal yang baik, mulai dari sarjana hingga pascasarjana.

Menurutnya, kualitas sumber daya manusia menjadi modal penting untuk membawa organisasi lebih adaptif dan responsif terhadap perkembangan zaman.

“NU harus kuat secara manajerial, intelektual, dan kapabilitas. Karena tantangan organisasi hari ini semakin kompleks,” tegasnya.

Selain itu, ia mengatakan besarnya basis Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) di Kabupaten Sumenep sebagai potensi besar yang harus terus dirawat dan diperkuat melalui gerakan organisasi yang nyata.

“NU harus menjadi pelita, tidak hanya bagi masyarakat lokal, tetapi juga untuk dunia,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa komposisi pengurus PCNU Sumenep saat ini didominasi generasi muda usia produktif. Sebanyak 90 persen pengurus lahir pada era 1980-an hingga 1990-an, sementara 6 persen lahir pada era 1960-an dan 4 persen berasal dari generasi 2000-an.

Menurutnya, hal tersebut menjadi bukti bahwa proses kaderisasi di tubuh NU berjalan dengan baik dan berkesinambungan.

“Ini menandakan kaderisasi kepengurusan telah berhasil. Tentu keberhasilan ini tidak lepas dari peran dan perjuangan pengurus periode sebelumnya. Kami sampaikan terima kasih,” tuturnya.

Di akhir sambutannya, ia berharap seluruh jajaran pengurus mampu menjaga semangat khidmah serta memperkuat peran NU sebagai organisasi yang mampu memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

Editor: Moh. Khoirus Shadiqin

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga