Image Slider

A’wan NU Sumenep Kenang Keteladanan KH Habibullah Rais Muliakan Guru

Guluk-Guluk, NU Online Sumenep

A’wan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep KH Muhammad Lathfan Habibi menuturkan salah satu keteladanan Muassis PP Al-Is’af Kalabaan KH Habibullah Rais yaitu memiliki rasa cinta yang luar biasa dan memuliakan kepada para gurunya.

Hal tersebut disampaikannya saat sambutan dalam acara Multaqa Ke-9 dan Haul Ke-XVI Muassis PP Al-Is’af Kalabaan Guluk-Guluk Sumenep KH Muhammad Habibullah Rais yang digelar oleh Robithoh Mutakhorriji Al-Ma’hadi Asy-Syar’ie Al-Is’af (ROMSYIS) di Pondok Pesantren Al-Is’af, Selasa (05/05/2026).

Kiai Lathfan menambahkan, di kediaman KH Habibullah Rais, terdapat foto-foto para guru sebagai bentuk penghormatan dan cinta yang terus dijaga.

“Termasuk keberuntungan seseorang adalah mampu menyerupai gurunya,” jelas Pengasuh PP Al-Is’af Kalabaan Guluk-Guluk ini.

Bahkan, ia mencontohkan bagaimana dirinya berusaha meniru hal-hal kecil dari gurunya sebagai bentuk cinta, termasuk dalam penggunaan tongkat.

“Kalau cinta itu benar, maka akan ada kesamaan dan keinginan untuk meniru. Dari situlah ‘sir’ atau rahasia guru bisa turun kepada kita,” katanya.

Kiai Lathfan juga mengisahkan bagaimana tradisi menghormati guru diwarisi dari ayahnya, KH Habibullah Rais, yang senantiasa menjaga hubungan dengan para kiai, termasuk dari lingkungan Annuqayah. Silaturahim dan menjamu menjadi bagian penting dalam menjaga keberkahan tersebut.

“KH Habibullah Rais selalu mengundang kiai Annuqayah untuk silaturahim dan menjamu makanan. Itu bentuk nyata penghormatan kepada guru,” tuturnya.

Kiai Lathfan menegaskan, bahwa rasa cinta kepada guru harus terus dijaga dan dipupuk. Ia mengungkapkan pengalaman pribadinya yang tetap mencintai gurunya meski belum tentu dikenal secara dekat oleh sang guru. “Mengingat, cinta kepada guru adalah nikmat luar biasa dari Allah SWT,” ungkapnya.

Menurutnya, seseorang akan dikumpulkan bersama orang yang dicintainya. “Kalau kita cinta kepada guru, maka itu akan membawa kita berkumpul bersama mereka di akhirat kelak,” jelasnya.

Mengakhiri sambutannya, ia mengajak seluruh alumni untuk terus memupuk kecintaan kepada guru sebagai jalan keselamatan di akhirat.

“Cinta kepada guru adalah titik akhir untuk selamat di akhirat. Mari terus kita pupuk cinta itu sepenuh hati,” pungkasnya.

Editor: Abdul Warits

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga