Giliraja, NU Online Sumenep
Menjelang akhir tahun 2021, pengurus Pimpinan Komisariat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) MTs Nurul Huda Banbaru Giliraja menggelar pemilihan ketua yang baru untuk masa khidmat 2022-2023. Kegiatan ini mengambil tempat di halaman Madrasah Putri pada Ahad (19/12/2021).
Masing-masing kandidat calon ketua berangkat dari rumahnya dengan dikawal oleh tim sukses dan para pendukung menggunakan motor. Sorak gembira disertai yel-yel dan bunyi klakson mewarnai sepanjang jalan menuju lokasi pemungutan suara. Tepuk tangan pecah di antara santriwan dan santriwati serta para masyarakat yang memadati halaman gedung MTs Putri Nurul Huda putri untuk menyaksikan jalannya pesta demokrasi itu.
Dalam acara yang diikuti oleh dewan guru dan Santri MTs Nurul Huda, Ustadz Fardi selaku Kepala Madrasah mengungkapkan rasa terima kasih kepada Pengurus PK IPNU IPPNU MTS Nurul Huda periode 2021-2022 atas dedikasi dan pengabdian mereka. Pihaknya juga berharap agar pengalaman di Nurul Huda bisa menjadi bekal setelah lulus.
“Mewakili lembaga, saya ucapkan terima kasih kepada anak-anakku sekalian atas pengabdian kalian di IPNU dan IPPNU. Saya berharap pengalaman ini bisa menjadi bekal saat kalian melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi atau di tengah kehidupan masyarakat,” ujar ustadz Fardi.
Pria alumni PP. Al-Amien Prenduan ini juga meminta kepada mereka agar membimbing pengurus baru periode 2022-2023 dan memilih pemimpin yang terbaik. “Saya berharap juga, kalian hendaknya membimbing adik-adik kalian atau kepengurusan yang baru, mereka yang akan menggantikan kalian tentu saja minim ilmu serta pengalaman. Jangan lupa, kalian tidak boleh menjadi benalu atau perongrong kepengurusan yang baru. Kepada semua santri, pilihlah calon pemimpin yang menurut kalian adalah terbaik, bisa membawa organisasi IPNU & IPPNU lebih matang dan maju,” imbuhnya.
Pemilihan Ketua PK IPNU MTs Nurul Huda diikuti oleh 3 calon. Calon nomor urut 1 dengan tanda gambar Kelapa atas nama Ach.Faaiq Arif Billah. Nomor urut 2 atas nama Ach Muwafiqur Rahman, dengan tanda gambar Jagung, serta Dabitus Sodri, nomor urut 3 dengan tanda gambar Pisang.
Sedangkan Pemilihan Ketua PK IPPNU MTs Nurul Huda juga diikuti oleh 3 calon, yaitu; Atiqoh Sa’adatul Qorinah nomor urut 1 dengan tanda gambar Jeruk, Maulidah Dewi Kholifah nomer Urut 2 dengan tanda gambar Anggur, serta Inayatul Kamilah nomor urut 3 dengan tanda gambar Apel.
Setelah pemungutan penghitungan suara selesai, Ach Muwafiqur Rahman terpilih sebagai Ketua PK IPNU Tahun 2022-2023 mengungguli dua calon lainnya. Dalam pidato kemenangannya, Ach Muwafiqur Rahman memohon kepada semua untuk bersinergi dalam membesarkan organisasi IPNU MTs. Nurul Huda.
“Saya bukanlah yang terbaik, organisasi IPNU ini butuh kerja sama dari semua pihak. Mari kita bersinergi menjalankan organisasi PK IPNU di madrasah tercinta kita. Apa artinya seorang Muwafiqur Rahman, jika tidak didukung oleh teman-teman serta dewan guru. Semua masukan atau kritik sangatlah saya harapkan demi organisasi IPNU dan MTs Nurul Huda. Kita bangga menjadi bagian dari Nurul Huda dan Nahdlatul Ulama,” ujar Fiko, panggilan akrab Ach Muwafiqur Rahman saat diminta untuk memberikan kata sambutan.
Sementara di IPPNU, Maulida Dewi Kholifah unggul atas 2 calon lainnya. Dengan begitu, ia akan memimpin PK IPPNU MTs Nurul Huda Banbaru Giliraja Tahun 2022-2023. Saat diminta untuk memberikan kata sambutan, Maulida Dewi Kholifah berharap kepada teman-teman santriwati serta dewan guru agar terus mengawal program IPPNU dan terus saling bekerja sama.
“Alhamdulillah dan sekaligus Innalillah saya terpilih untuk menahkodai IPPNU di MTs Nurul Huda tercinta ini. Mari kita bersama saling melengkapi untuk mengawal program IPPNU. Mohon doa kepada semua dewan guru dan teman-teman semoga kepengurusan periode 2022-2023 senantiasa mendapatkan maunah dari Allah. Tidak ada lagi 01, 02 atau 03, bersama kita bisa. Wujudkan mimpi dan lakukan perubahan,” ujar Dava, panggilan akrab Maulida Dewi Kholifah memungkasi sambutan kemenangannya.
Editor : Ach. Khalilurrahman

