Image Slider

Berdayakan Masjid dan Mushala, MWCNU Giliraja Bentuk PARNU

Giliraja, NU Online Sumenep
Memasuki abad kedua usia Nahdlatul Ulama, menguatkan basis organisasi di tingkat ranting adalah keniscayaan. Karena itu, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Giliraja membentuk kepengurusan anak ranting berbasis masjid dan mushalla.

Masjid dan mushalla dipilih sebagai inkubator Pengurus Anak Ranting Nahdlatul Ulama (PARNU) karena dinilai sebagai basis kegiatan sosial keagamaan mayoritas masyarakat di pulau ujung selatan Kabupaten Sumenep itu.

Mustasyar MWCNU Giliraja, Kiai Abdul Hafidh Yahya menuturkan, bahwa sejatinya basis atau massa NU di akar rumput berada di masjid dan mushalla. Karenanya, pembentukan PARNU di masjid dan mushalla diyakini akan mampu menguatkan kiprah Nahdlatul Ulama.

“Tujuan utama NU adalah sosial keagamaan. Kita perlu merawat jamaah masjid dan mushalla dengan melibatkan mereka dalam kepengurusan NU di tingkat paling bawah,” tuturnya dalam Rapat Konsolidasi Pengurus MWCNU bersama Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) se-Giliraja. Jum’at (8/4/2022) di kantor MWCNU setempat.

Kiai Hafidh juga meminta agar ke depan tidak hanya sebatas dibentuk kepengurusan anak ranting. Melainkan juga diayomi dan dirangkul agar lebih produktif. Juga agar tidak dimasuki oleh paham lain yang tidak berhaluan Ahlussunah Wal Jama’ah an-Nahdliyah.

“Kita tidak boleh lengah, kalau basis massa NU di masjid atau mushalla tidak dirawat dan kurang mendapatkan perhatian, khawatir kita kecolongan dengan masuknya paham lain yang tidak mencerminkan Aswaja an-Nahdliyah,” imbuhnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Huda Banbaru Giliraja ini juga meminta agar semua pengurus NU hendaknya menghidupkan masjid atau mushalla terdekat, hal itu diharapkan menjadi contoh bagi masyarakat umum.

“Sebagai pengurus, mari kita memberikan contoh bagi warga, berdayakan masjid dan mushalla. Di samping rajin shalat berjamaah, jangan lupa untuk saling menasihati, memberikan arahan terkait perbaikan ubudiyah ataupun lainnya,” pintanya.

Menurut Kiai Hafidh, masjid adalah sentral dakwah di masa Nabi Muhammad SAW. “Maka segala sesuatu yang berkaitan dengan kemaslahatan umat, mari kita musyawarahkan di masjid,” tegasnya.

Lebih lanjut, Rais MWCNU Giliraja, Kiai Moh. Adam mengajak kepada semua pengurus NU, utamanya PRNU agar bekerjasama dan menjalin komunikasi yang baik dengan takmir masjid dan mushalla.

“Syiar kegamangan Aswaja an-Nahdliyah itu akan lebih mudah dan masif jika kita melibatkan para pengurus masjid dan mushalla. Segala bentuk kegiatan sosial keagamaan yang akan dilakukan oleh NU hendaknya dikomunikasikan kepada para tokoh masyarakat, khususnya pimpinan mushalla dan masjid,” pungkasnya.

Editor: Ibnu Abbas

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga