Bluto, NU Online Sumenep
Kegiatan Ngaji Jurnalistik NU Online Sumenep memasuki pertemuan perdana pada Ahad (20/02/2022) di Pondok Pesantren Nasyrul Ulum Aengdake, Bluto. Narasumber pertemuan, Gus Firdausi selaku Direktur NU Online Sumenep membawakan materi teknis penulisan berita.
Dalam penyampaiannya, beliau mengulas tentang teknik penulisan berita dan pentingnya menentukan angle berita. Istilah lain yaitu dikenal dengan news angle (sudut pandang berita) adalah news page, news hook, dan story hook (momentum berita).
“Pengertian tersebut mengarah pada pengertian pokok berita, topik atau peristiwa aktual, atau situasi yang menjadi nilai berita (news value),” kata Ketua Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Sumenep.
Menurutnya, sudut pandang berita dapat dipengaruhi oleh pengalaman, gender dan ideologi wartawan. Namun ketika masuk meja redaksi, keputusan memilih sudut pandang berita dikaitkan dengan nilai berita, yakni aktual atau hangat dibicarakan, menyangkut tokoh, novelty (pertama kali), eksklusif, dan juga memiliki magnet atau besaran dampak.
“Posisi wartawan sangat vital, sebab wartawan dapat membina pendapat publik. Apabila wartawan memberitakan hal positif tentang NU maka publik dunia akan menyukai NU,” tegas pria yang kini jadi kontributor di NU Online Jawa Timur dan NU Online Pusat.
Ia berpesan kepada kontributor NU Online Sumenep untuk menyiapkan nilai-nilai pada berita yang akan ditulis sesaat sebelum membuat berita. Tujuannya agar dapat menghadirkan angle yang baik dan dapat mengedukasi pembaca.
“Angle itu mengampu judul dan isi berita. Pokoknya angle berita itu intinya inti, menjadi panduan terhadap seluruh teks berita,” ujarnya.
Dosen Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) Guluk-Guluk ini juga mengatakan satu peristiwa yang sama bisa memancing angle yang berbeda. Contohnya, pada saat Gus Yaqut diangkat sebagai Menteri Agama RI, ada media yang menuliskan dengan angle positif, tetapi ada juga negatif. Salah satu media, memberitakan dengan angle negatif dengan membuat judul dan menggunakan foto yang kurang pantas.
“Dalam kaidah pemberitaan, menampilkan keburukan tokoh yang bersangkutan (dalam sebuah berita) tidak patut dilakukan,” jelasnya.
Berbeda dengan NU Online Sumenep yang memberitakan Gus Yaqut dengan angle positif. Mulai dari penggunaan judul hingga foto yang digunakan. Jadi, hadirnya NU Online Sumenep juga dapat menjaga marwah atau eksistensi Nahdlatul Ulama melalui dunia jurnalistik.
Tak hanya itu, ia berpesan untuk lebih kreatif dalam mengambil sudut pandang berita. Menurutnya sudut pandang berita harus didasari sepuluh nilai berita. Adapun sepuluh nilai berita tersebut, yakni berpengaruh, penting, aktual, dekat, adanya tokoh, berdampak, terdapat konflik, menyentuh perasaan, unik, dan menarik.
Sepuluh nilai berita tersebut merupakan parameter kelayakan dalam sebuah berita. “Mari ambil sudut pandang dari yang tidak biasanya,” harapnya.
Editor : Ach. Khalilurrahman

