Manding, NU Online Sumenep
Majelis Wakil Cabang Nahdhatul Ulama (MWCNU) Manding melaksanakan Konferensi di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Giring Manding, Rabu, (30/02/2022). Konferensi yang kelima ini mengusung tema besar ‘Menuju Satu Abad NU; Memantapkan Peran Strategis NU Kecamatan Manding dalam Membangun Kemandirian dan Keadaban Umat’.
Acara yang melibatkan semua lembaga, Pengurus Ranting Nahdhatul Ulama (PRNU) se-Kecamatan Manding, dan Badan Otonom (Banom). Hadir juga Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimka), tokoh agama, Rais dan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep.
Dalam sambutannya, KH Hafidzi Syarbini mengatakan gerak hidup dan matinya organisasi NU ada di pulau Madura. Karenanya, ia berharap pada Rais dan Ketua terpilih hendaknya bisa menerima dengan penuh keikhlasan dan lapang dada.
“Barang siapa yang sudah dipilih dan diberi amanah oleh pengurus NU, wajib hukumnya menerima dan haram hukumnya menolak,” tegasnya.
KH A Pandji Taufiq, Ketua PCNU Sumenep menegaskan bahwa NU harus dipegang oleh orang-orang yang berakhlakul karimah.
Pengurus Demisioner, Kiai Asmuni Hasan, bersama dengan Ahmad Wahyudi memohon maaf jika selama kepemimpinannya dalam menjalankan kepengurusan tidak sesuai dengan harapan kader NU dan pengurus lainnya.
“Terima kasih banyak, kami sampaikan kepada seluruh Banom, lembaga dan warga NU telah memberi beberapa masukan demi keberlangsungan NU di Manding,” ungkapnya.
Keduanya berharap kepemimpinan baru di NU Manding, dari kalangan Syuriyah dan Tanfidziyah nantinya semakin solid dan bisa mengharumkan jam’iyah di berbagai ranah yang bersifat positif.
Berdasarkan hasil keputusan Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa), Rais Syuriyah MWCNU Manding masa khidmat 2022-2027 adalah Kiai Sahurun. Sedangkan berdasarkan hasil pemungutan suara, Ketua Tanfidziyah terpilih adalah Rudi Hartono.
Editor : Abdul Warits

