Batuan, NU Online Sumenep
NU-Care Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sumenep menggelar Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka penyusunan program kerja, Kamis (10/12/2020).
Kegiatan yang bertempat di Lantai 1 Kantor PCNU Sumenep Jl. Raya Trunojoyo Nomor 295 Gedungan ini dihadiri langsung oleh KH. A. Pandji Taufiq Ketua PCNU Sumenep, K. Muhammad Syahid Munawar Wakil Ketua, Ahmad Saheri Wakil Sekretaris, Abdul Hadi Wakil Bendahara, serta Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) se-Sumenep.
Dalam kesempatan ini, KH A Pandji Taufiq menyampaikan, bahwa berbicara tentang LAZISNU ialah berbicara tentang Zakat, Infaq dan Shodaqoh. “Yang hal ini berkaitan erat dengan penerapan keislaman yang termaktub dalam rukun Islam,” ujarnya.
Disebutkan pula, bahwa penyaluran zakat dan infaq dianjurkan untuk disalurkan lewat wadah dimana kita masuk dalam struktur kelembagaan. Terkait hal ini bisa dimulai dari sendiri, baru orang lain.
“Mari kita belajar bershadaqoh mulai dari diri sendiri. Karena orang yang senantiasa bershadaqoh, dipastikan akan makmur hidupnya, begitu pula sebaliknya,” ujarnya.
Selain itu, kekompakan Ukhuwah an-Nahdliyah perlu dirawat dan dijaga keberlangsungannya. Diperlukan pula optimalisasi kinerja kepengurusan, baik harian ataupun lembaga.
“Pengurus perlu mendalami dan merumuskan gerakan yang diprogramkan agar bisa dirasakan manfaatnya oleh semua warga,” pungkasnya.
Sementara itu, Yussalam Ketua LAZISNU PCNU Sumenep menyampaikan, beberapa hal yang menjadi perhatian LAZISNU, diantaranya ialah filantropi warga. Selain itu, menjadi cukup disayangkan ketika warga NU lebih memilih membayar zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) atau dompet dlu’afa, bukan pada LAZISNU sendiri.
“Oleh karena itu, kita perlu merefleksikan kondisi saat ini, baru merumuskan langkah-langkah yang akurat, terarah dan terukur demi terselesaikannya persoalan ini,” tuturnya.
Pewarta: Ibnu Abbas
Editor: A. Habiburrahman

