Pragaan, NU Online Sumenep
Kecamatan Prenduan merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Sumenep yang dikenal memiliki banyak produk lokal, di antaranya gula merah, rengginang, lorjuk, dan kerajinan tikar. Namun, beragam jenis produk tersebut jarang merambah pangsa pasar modern.
Merespons hal itu, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) Guluk-Guluk yang tergabung dalam Posko 23 Desa Prenduan, Pragaan mengadakan Seminar Digital Marketing. Acara bertajuk ‘Cara Praktis, Jualan Laris’ itu dipusatkan di balai desa setempat, Ahad (21/08/2022).
Atikatul Himmah selaku pemateri menjelaskan, untuk menjadi pengusaha besar dibutuhkan ketekunan serta paham digital marketing. Sehingga usaha yang dijalani nanti bisa bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.
“Ada beberapa strategi yang perlu diperhatikan, mulai dari target penjualan, memahami calon konsumen, dan seperangkat keperluan lainnya,” ujar perempuan yang juga pengusaha krupuk ikan teri itu.
Ia mengatakan, peluang usaha yang dapat dilakukan warga Desa Prenduan cukup banyak. Di antara usaha gula aren dan kerajinan tikar. Menurutnya, jika hal tersebut dimaksimalkan akan menjadi keuntungan yang luar biasa.
“Di antaranya ialah mengetahui keunggulan produk, legalitas produk, serta membuat website yang merambah piranti digital agar nantinya tidak hanya menjadi pedagang tapi pengusaha besar,” ungkapnya.
“Digital marketing menjadi sarana utama dalam memberikan edukasi terkait pemasaran produk agar laris terjual di era modern,” kata Subaidah, Koordinator Posko 23 KKN Instika.
Menurutnya, berdasarkan riset yang dilakukan pihaknya kepada beberapa produk warga Desa Prenduan, penting kiranya untuk memberikan pendampingan kepada pelaku usaha dalam mendapatkan legalitas produk dan strategi pemasaran.
“Oleh karenanya kegiatan ini penting dilakukan guna meningkatkan nilai ekonomi produk yang dihasilkan warga setempat,” ujarnya.
Sementara Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Posko 23 KKN Instika, Helliyati menyampaikan, kegiatan yang diinisiasi mahasiswanya tersebut merupakan bentuk kepedulian mahasiswa untuk menjadi pilar di tengah masyarakat, utamanya persoalan kebangkitan ekonomi yang selama ini merosot akibat adanya wabah Covid-19.
“Makanya, diperlukan adanya pemikiran yang solutif dan pendampingan yang intens dalam membangkitkan kembali produk UMKM yang selama ini menjadi tulang punggung penghasilan warga pedesaan,” tegasnya.
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Instika itu menuturkan, untuk melakukan hal tersebut memang bukanlah perkara mudah. Sebab, sedikit banyak harus beradaptasi dengan masyarakat yang boleh jadi memiliki tradisi berbeda.
“Dengan dilaksanakannya kegiatan ini tentu ini menjadi bahan pengalaman yang berharga bagi mahasiswa sebagai wujud kehadirannya bagi masyarakat. Semoga hal ini tidak hanya berhenti di sini, akan tetapi terus berkelanjutan,” pungkasnya.
Editor: Moh. Khoirus Shadiqin

