Lenteng, NU Online Sumenep
Pengurus Cabang (PC) Fatayat NU Sumenep kembali menggelar kegiatan Ngaji Kesehatan untuk yang ketujuh kalinya, Jumat (14/10/2022) bertempat di Pondok Pesantren Sabilul Muttaqin, Desa Daramista, Kecamatan Lenteng.
Acara ini dihadiri oleh lebih 200 orang yang terdiri dari kalangan santriwati pondok pesantren setempat, pengurus PC Fatayat NU Sumenep, dan juga pengurus PAC Fatayat NU Lenteng.
Ketua PC Fatayat NU Sumenep, Nyai Hj. Dina Kamilia dalam sambutannya menegaskan bahwa program Ngaji Kesehatan yang menyasar remaja putri kalangan pesantren ini dimaksudkan untuk memperluas wawasan kaum santri atau remaja tentang kesehatan reproduksi.
“Mereka adalah calon ibu di masa depan nanti. Dari merekalah anak-anak generasi berkualitas akan lahir. Pengetahuan mereka harus cukup tentang kesehatan reproduksi. Sebab, di sisi lain, pencegahan stunting juga penting. Salah satunya dengan mencegah adanya perkawinan anak atau pernikahan dini,” ungkapnya.
Perempuan yang akrab dipanggil Nyi Dina ini menjelaskan bahwa Ngaji Kesehatan 7 ini merupakan rangkaian program Ngaji Kesehatan, sebuah kegiatan berbentuk sosialisasi kesehatan berbasis pesantren yang dilakukan PC Fatayat NU Sumenep dan program ini adalah realisasi dari program Gafantara PW Fatayat NU Jawa Timur.
“Realisasinya memang oleh PC Fatayat NU, ditempatkan di pesantren-pesantren dengan sasaran santri putri dan pengurus PAC maupun Pengurus Ranting Fatayat setempat. Ini adalah bulan ketujuh pelaksanaan Ngaji Kesehatan yang kami lakukan,” pungkasnya.
Acara yang membahas seputar kesehatan reproduksi remaja dan kampanye pencegahan stunting ini menghadirkan narasumber yang juga koordinator bidang kesehatan dan lingkungan (Kesling) PC Fatayat NU Sumenep, dr. Hj. Virzannida Busyro.
Dalam materinya, putri KH Abuya Busyro Karim ini memaparkan hal-hal mendasar tentang pentingnya menjaga kesehatan reproduksi remaja.
“Kesehatan reproduksi itu penting dijaga sejak dini. Tidak menunggu saat dewasa dan menikah. Sejak remaja seperti kalian, pengetahuan tentang kesehatan reproduksi harus dimiliki,” ujar dokter muda sekaligus seorang daiyah yang hafidzah ini.
Peserta kalangan santri terutama yang sudah remaja tampak antusias menyimak materi ketika narasumber menghubungkan materi dengan kebiasaan sehari-hari dan pola hidup umumnya santri di pesantren.
Pewarta: Joe Mawar
Editor: A. Warits Rovi

