Image Slider

Fatayat NU Sumenep Ikuti Pelatihan Pengarusutamaan Gender

Kota, NU Online Sumenep

Pengurus Cabang (PC) Fatayat NU Sumenep bersama sebagian perwakilan PC Fatayat NU se-Jawa Timur mengikuti pelatihan Pengarusutamaan Gender (PUG) melalui PPRG Perencanaan, Penganggaran, Responsif, Gender (PPRG) bertempat di hotel Grand Mercure Surabaya City, Sabtu dan Ahad (15-16/10/2022).

Kegiatan yang bertajuk “Komitmen Kader Fatayat NU Mewujudkan Desa Ramah Perempuan dan Perduli Anak” ini diikuti 31 peserta yang merupakan perwakilan pengurus PC Fatayat NU kabupaten/kota dan pengurus PW Fatayat NU Jawa Timur. Semua peserta adalah perempuan yang berasal dari latar belakang yang berbeda, di antaranya; perangkat desa , anggota BPD, dan sebagian adalah kepala desa di daerahnya.

Peserta perwakilan dari pengurus PC Fatayat NU Sumenep adalah Juwairiyah dan Kiswatun yang aktif di pemerintahan desa dan anggota BPD setempat.

Ketua PW Fatayat NU Jawa Timur, Dewi Winarti, dalam sambutannya memaparkan bahwa acara ini memang sengaja mendatangkan peserta perempuan yang aktif di pemerintah desa dan Badan Perwakilan Desa agar nanti bisa kepanjangan tangan dari pengarusutamaan gender untuk mewujudkan desa ramah perempuan dan perduli anak.

“Mengapa kami mengundang para sahabat Fatayat yang aktif di Pemdes dan BPD di desa? Pelatihan ini memang dimaksudkan agar kita, Fatayat, dapat menjadi kepanjangan tangan dari pengarusutamaan gender untuk mewujudkan desa ramah perempuan dan perduli anak. Mulai tahap perencanaan, penganggaran, dan pelaksanaan kegiatan di desa, dapat kita ikhtiarkan untuk mengcover kepentingan perempuan dan anak,” tegasnya.

Selain itu, dirinya juga menyampaikan harapannya bahwa dengan pelatihan PUG melalui PPRG, nantinya akan memunculkan Desa Ramah Perempuan dan Perduli Anak (DRPPA)

“Dengan kegiatan ini nantinya semoga terwujud DRPPA yakni Desa Ramah Perempuan dan Perduli Anak,’ tambahnya.

Sementara fasilitator pelatihan, Yusuf Murtiono (Formasi Kebumen) mengapresiasi baik ketika peserta pelatihan adalah pelaku yang langsung berada dalam komponen pemerintahan desa dan BPD. Dalam penyampaian materinya, Yusuf Murtiono mengajak peserta menganalisa dokumen desa yang dibawa peserta seperti RPJMDes, RKPDes, hingga APBDes.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini karena pesertanya memang langsung dari komponen Pemerintah Desa dan BPD. Dengan ini, saya ingin nanti kalian bisa menganalisa dokumen desa seperti RPJMDes, RKPDes, hingga APBDes” ungkapnya.

Saat dilakukan analisa dokumen ini, peseta diminta mencari langsung rencana pembangunan yang berhubungan dengan upaya pengarusutamaan gender di desa.

Di akhir sesi, semua peserta berkomitmen untuk melangkah menuju DRPPA bahkan masing-masing peserta menuliskan Rencana Tindak Lanjut (RTL)-nya yang akan dilaksanakan di desa masing-masing .

Pewarta: Joe Mawar
Editor: A Warits Rovi

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga