Kota, NU Online Sumenep
Forum Daiyah Fatayat Nahdlatul Ulama(Fordaf NU) Sumenep menyelenggarakan pelatihan daiyah untuk kader Fatayat NU di tingkatan PAC (Pimpinan Anak Cabang) se-Kabupaten Sumenep pada Sabtu, (12/11/2022) di Aula Potre Koneng kantor Bappeda, Sumenep.
Pelatihan ini menyasar langsung pada pengurus Fordaf PAC Fatayat NU se-Kabupaten Sumenep sebagai pembekalan pengurus Fordaf PAC untuk terjun melakukan kegiatan dakwah ke tengah masyarakat, khususnya kaum perempuan.
Sebanyak 34 orang peserta dari seluruh fordaf PAC mengikuti kegiatan yang berlangsung sehari penuh ini. Kegiatan ini tidak melulu membahas tentang teknik penyampaian dakwah, melainkan juga mengusung misi damai dalam berdakwah.
Terdapat empat narasumber yang sengaja diundang untuk memberikan materi terkait tema pelatihan ini, yaitu Nyai Hj. Fadhilah Hunaini Mochtar (Pengasuh Ponpes Annuqayah Guluk-Guluk daerah Lubtara), Nyai Hj. Shulhah Syarifah (Pengurus Fordaf PW Fatayat NU Jatim), Nyai Raudlatun (aktivis gender dan ketua LKNU Sumenep), serta Kiai Ahmad Firdaus (Pakar multimedia dari LTNU Sumenep). Keempat narasumber ini memenuhi komposisi materi yang dibutuhkan dalam pelatihan.
Kegiatan ini dihadiri pula oleh Wakil Bupati Sumenep Nyai Hj. Dewi Khalifah yang sekaligus membuka acara pelatihan. Dalam sambutannya, pengasuh Ponpes Aqidah Usymuni Tarate ini menegaskan bahwa seorang dai atau daiyah tidak cukup jika hanya mengandalkan kepandaian ilmu dan kepandaian berbicara saja. Selain harus mampu menjaga akhlak sendiri dalam bergaul dan berinteraksi, penampilan (perfoma) juga harus dijaga agar jamaah tidak kecewa melihat panutannya, termasuk di dalamnya adalah dalam memilih bahasa yang sesuai dengan kondisi jamaah yang hadir.
“Bahasa sangat penting dalam penyampaian kita. Jangan sampai yang kita sampaikan tidak dipahami oleh jamaah karena masalah bahasa yang tidak sesuai,“ tegasnya.
Mewakili Ketua PC fatayat NU yang kebetulan sedang mengikuti pelatihan LKL (Latihan Kader Lanjutan) di PW Fatayat NU Jatim, Ketua Fordaf NU Sumenep Nyai Fathatur Rahmani dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan yang diadakan ini untuk memberikan pembekalan kepada calon-calon daiyah dari kader fatayat NU agar menyiapkan diri untuk diterjunkan pada masyarakat dalam lingkungannya.
“Tugas berdakwah adalah tugas kita semua, terutama sebagai kader Fatayat NU yang berada dalam kepengurusan Fordaf ini. Berdakwah adalah sesuatu yang diniscayakan untuk dilakukan. Maka para sahabat, jangan menyia-nyiakan kesempatan mendapatkan ilmu sebanyak-banyaknya hari ini,” sampainya.
Pewarta: Joe Mawar
Editor: A Warits Rovi

