Image Slider

Peduli Lingkungan, Annuqayah Lubangsa Putri Gelar Grand Opening Ekologi

Guluk-Guluk, NU Online Sumenep

Komunitas Ekologi Lubangsa Putri (EL) yang didirikan pada tahun 2020 menggelar acara Grand Opening yang dikonsep secara seremonial dengan tema ‘Go Green Go Cleen Lubangsa Putri’ pada Kamis (10/11/2022) di halaman Pondok Pesantren Annuqayah Lubangsa Putri Guluk-Guluk, Sumenep.

Acara yang diikuti oleh seluruh santri Lubangsa Putri ini bertujuan untuk menguatkan gerakan yang sudah dimulai sejak komunitas ini dibuat dan untuk memulai beberapa kebijakan baru yang diberlakukan, tidak hanya kepada santri tapi juga untuk pengunjung. Selain itu, seremonial ini juga untuk meresmikan logo komunitas EL sekaligus jargonnya, yaitu ‘Mari Jaga Bumi’.

Kegiatan ini terlaksana dari kolaborasi inisiatif berbagai pihak. Dari pengurus, komunitas, hingga pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah Daerah Lubangsa.

Nyai Shofiyah A Win selaku Pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah Lubangsa Putri menuturkan, gerakan jihad lingkungan ini diharapkan untuk didukung oleh banyak pihak, khusunya santri dan wali santri, juga beberapa pihak di lingkungan Lubangsa Putri.

“Grand opening kali ini bertepatan dengan tanggal 10 November, yakni Hari Pahlawan Nasional. Sangat kebetulan sekali karena tidak terpikirkan sebelumnya. Mungkin ini memang sudah digariskan oleh Allah SWT, sebagai simbol bahwa kita harus mampu menjadi bagian dari para pahlawan. Dalam hal ini, kita berjuang sebagai pahlawan lingkungan. Ini adalah jihad, jihad santri untuk menjaga lingkungan. Dan tentu, jihad ini butuh dukungan dari semua kalangan,” tuturnya.

Sementara itu, Faizatin selaku Ketua Pengurus Pondok Pesantren Annuqayah Lubangsa Putri mengatakan, latar belakang digelorakannya kembali semangat peduli lingkungan ini saat dirinya mengikuti Mu’tamad 2022 Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) beberapa waktu yang lalu.

“Kebetulan tema yang diangkat adalah tentang eko pesantren. Oleh karenanya, Lubangsa Putri kemudian memiliki tanggung jawab ilmiah untuk merancang Rencana Tindak Lanjut (RTL) tentang kegiatan santri peduli lingkungan secara terstruktur dan konsepsional,” terang alumni Program Pascasarjana Instika Guluk-Guluk ini.

Selepas dari acara itu, lanjutnya, ternyata kebetulan Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) Sumenep juga mengadakan Halaqah Eko Pesantren.

“Di kegiatan itu, Alhamdulillah pengurus pesantren dan komunitas EL direkomendasikan pengasuh untuk mengikuti halaqah ini. Terhimpunlah beberapa keinginan dan harapan untuk kembali menguatkan gerakan eko pesantren di Lubangsa Putri,” jelasnya.

Di samping itu, Pengasuh Lubangsa Putri juga punya inisiatif yang sama. Hasilnya melakukan 2 kali musyawarah bersama pengasuh. Yang pertama dipimpin oleh Nyai Shofiyah A Win. Kedua, dipimpin langsung oleh Kiai KH Muhammad Shalahuddin A Warits. Dari perjalanan yang berkesinambungan inilah Grand Opening EL terlaksana.

Menurutnya, beberapa kebijakan yang tertuang dalam poin aturan dari komunitas EL adalah sebagai berikut:

  1. Tetap wajib menggungakan piring untuk membeli nasi di semua kantin Lubangsa Putri.
  2. Menggunakan lunchbox atau kotak nasi saat membeli nasi di luar komplek Lubangsa Putri.
  3. Menggunakan gelas untuk membeli minuman tidak siap saji.
  4. Menggunakan mangkok untuk membeli semua jenis gorengan (tidak dibungkus plastik).
  5. Menggunakan shopping bag untuk pembelian barang dengan jumlah yang cukup banyak (tidak menggunakan kresek).
  6. Meminimalisir penggunaan botol air minum dengan beralih pada gallon
  7. Mengumpulkan semua jenis sampah plastik, baik botol atau kemasan makanan ringan di tabungan sampah kamar masing-masing untuk disetor ke bank sampah komunitas EL.

Sedangkan kebijakan untuk pengunjung saat mengunjungi santri adalah sebagai berikut:

  1. Menggunakan wadah nasi non plastik seperti rantang, piknik atau jenis food box lainnya.
  2. Menggunakan eco bag untuk kiriman barang lainnya seperti tote bag kanvas, tas parasut dan yang sejenis.

Beberapa poin aturan tersebut adalah upaya dari pengurus Lubangsa Putri untuk mengurangi penggungaan plastik sebagai satu bentuk dari jihad lingkungan santri Lubri.

“Tentunya untuk menjaga bumi dari generasi ke generasi, banyak orang yang pasti ‘kepikiran’ tentang bumi yang dihuni di tengah beragam masalah lingkungan yang ada. Dari hal itu, mereka juga mempunyai harapan dan cita-cita bagaimana bumi ini bisa baik-baik saja. Begitupun kami di Lubangsa Putri. Harapan dan cita-cita ini kami susun, dan kemudian menjelma suatu gerakan. Gerakan yang terstruktur dan terkonsep melalui komunitas Ekologi Lubangsa Putri (EL),” ungkap Faizatin.

Fa menambahkan, komunitas yang memediasi harapan menjadi perbuatan. Untuk itu, pihaknya berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung jihad lingkungan dari komunitas ini.

“Semua pihak di Lubangsa Putri, pengasuh khususnya, dan juga kepada Pemulung Sampah Gaul (PSG) SMA 3 Annuqayah. Kepada komunitas ini kami selalu berkonsultasi, sejak awal terbentuknya EL hingga hari ini. Juga kepada PSG kami banyak belajar, selaku komunitas lingkungan senior yang tentu lebih berpengalaman. Terima kasih. Semoga komunitas EL ini juga bisa istiqamah,” pungkasnya.

Acara ini dipandu langsung oleh dua presenter yaitu Ustadzah Atnawiyah dan Haflatul Kamilah. Dibuka oleh Sari Tilawah oleh Ustadzah Nur Fadhilah Syakur dan Ayu Qamariyah. Dilanjutkan dengan sambutan Ketua Pengurus dan Pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah Lubangsa Putri.

Setelah itu, disosialisasikanlah beberapa aturan Ekologi Lubangsa oleh WAKA III, Ustadzah Eva Yuliana dan Koordinator Kebersihan, Ustadzah Siti Shofiyah. Tidak hanya itu saja, sebelum sesi sambutan, ada penayangan video-video dokomenter tentang sampah yang bertujuan untuk memberikan orientasi dan stimulus kepada santri untuk mau bekerjasama melakukan perubahan.

Editor: Firdausi

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga