Gapura, NU Online Sumenep
Menjelang pelantikan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep masa khidmat 2026–2031, sejumlah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) mulai menggelar doa bersama dan istighotsah. Kegiatan tersebut menjadi ikhtiar Nahdliyin agar proses pelantikan berjalan lancar serta membawa keberkahan bagi kepengurusan baru.
Sekretaris MWCNU Kalianget, Didik Suryadi, menilai instruksi pelaksanaan istighotsah sebagai langkah positif. Menurutnya, tradisi doa bersama merupakan bagian penting dari kultur Nahdlatul Ulama dalam menyambut momentum besar organisasi.
“Saya kira instruksi istighotsah ini bagus dan baik. Untuk MWCNU Kalianget insyaallah akan dilaksanakan malam Kamis besok malam di Kantor MWCNU Kalianget,” ujarnya, Rabu (13/05/2026).
Ia mengatakan, kegiatan istighotsah di wilayah Kalianget akan digelar pada Kamis 14 Mei 2026 malam, dengan melibatkan pengurus dan Nahdliyin setempat.
Lebih jauh, Didik berharap kepengurusan PCNU Sumenep yang baru mampu melanjutkan berbagai capaian baik yang telah dirintis sebelumnya, sembari menghadirkan pembenahan pada sektor-sektor yang masih membutuhkan penguatan.
“Kami semua berharap pengurus PCNU yang baru ini lebih baik dari yang kemarin. Apa-apa yang menjadi kebaikan diteruskan, sedangkan yang belum terbenahi dapat lebih ditingkatkan lagi,” katanya.
Menurutnya, penguatan konsolidasi antar Badan Otonom (Banom) serta MWCNU di seluruh wilayah Sumenep menjadi pekerjaan penting yang harus mendapat perhatian serius. Ia berharap seluruh elemen organisasi dapat bergerak lebih aktif hingga tingkat bawah dan berjalan selaras dengan arahan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Sementara itu, Ketua MWCNU Ganding, Abd Syukur Shaleh, mengonfirmasi bahwa istighotsah untuk kelancaran pelantikan PCNU Sumenep di wilayahnya akan dilaksanakan pada Jumat, 15 Mei 2026.
Ia juga menaruh harapan besar agar kepengurusan baru PCNU Sumenep mampu menjaga soliditas organisasi dan menjadikan NU sebagai rumah besar yang teduh bagi seluruh warga Nahdliyin.
“Jadikan NU rumah besar yang mempersatukan. Harapannya, kepengurusan ini mampu terus merawat tradisi lama yang baik dan mengambil tradisi baru yang lebih baik. Selamat bekerja. Mari berjuang dengan sungguh-sungguh, tidak tanggung-tanggung, dan membawa NU lebih solid ke depannya,” pungkasnya.

