Gapura, NU Online Sumenep
Orasi keagamaan dan kebangsaan yang dihelat Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Grujuga, Gapura, Gus Islah Bahrawi meneguhkan masyarakat agar terus mencintai Tanah Air melalui ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.
“NU di Indonesia harus mengawal wahabisme. Jangan sampai terlalu kebablasan. Kita ingin mereka terkawal maqasid syariahnya. Jangan sampai keluar jalur,” ungkapnya pada jamaah yang berkumpul di belakang balai desa setempat, Kamis (02/03/2023).
Menurutnya, gerakan wahabi internasional didukung oleh aliran uang yang luar biasa. Bahkan, kalau ada mualaf dari kalangan artis, mereka tawarkan dengan uang ini.
“Kami bertanggung jawab dengan data ini. Kami tidak mau menyebutkan nama. Ilmu agama orang itu dibeli dengan uang. Uang ini yang digulirkan untuk mengkafirkan kita semua. Kami tidak menjelekkan mereka, tapi tolong jangan mengkafirkan orang yang berbeda,” tegasnya.
Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia (JMI) Jakarta mengutip hasil penelitian ilmuan Amerika yang menyimpulkan bahwa NU merupakan lembaga di Indonesia.
“Kalau NU tumbang, maka Indonesia tumbang. Karena NU tidak mengajarkan kebencian kepada siapapun yang berbeda. Yang penting jangan mengganggu keimanan, karena di NU itu diajarkan untuk saling taaruf,” katanya.
“Mengapa mereka tidak mengakui bahwa jaringan terorisme itu dari Wahabi? Karena mereka membuka jurusan pembuka melalui ustad-ustad salafi yang ada di media. Produk akhirnya menjadi teroris. Karena mereka selalu diajarkan klaim kebenaran. Sumenep sempat menjadi episentrum terorisme. Kami pastikan, ada 8 orang penganut wahabi,” sambungnya.
Ia setuju terhadap Fiqih Peradaban yang dirancang oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Menurutnya, konsep khilafah yang membuat umat Islam terpecah belah.
“Politik ini yang menjadi duri dalam daging agama Islam. Yang kemudian dipelihara oleh kepentingan Barat supaya terus ada permusuhan dan tidak ada jalan damai. Makanya NU kemudian sepakat untuk menolak cita-cita politik khilafah ini,” tegasnya.
Gus Islah mengingatkan bahwa ada 3 kelompok yang ingin menghancurkan NU, yaitu Salafi Wahabi, Hizbut Tahrir, Ikhwanul Muslimin.
“Ikhwanul Muslimin ini adalah orang-orang yang paling efektif memecah belah NU dari dalam, karena Ubudiyahnya sama. Kelompok inilah yang masuk ke lingkungan NU dan ingin menegakkan khilafah padahal KH M Hasyim Asy’ari mengatakan bahwa Pancasila adalah kesepakatan bersama,” tuturnya
Dalam dunia terorisme, lanjutnya, perempuan ini yang direkrut, karena perempuan dikenal loyal terhadap ideologi dan bisa berpura-pura seolah-olah menjadi manusia yang tidak tahu apa-apa, padahal di dalamnya banyak bom.
NU tidak pernah mengajarkan kepada warganya untuk menghianati bangsanya sendiri. Oleh karena, ia tegaskan bahwa NU betul-betul menjadi pasak dari kebersamaan bangsa ini.
“Teruslah mengawal dan mengkader anak-anak perempuan yang ahli di bidang fiqh. Karena selama ini selalu menjadi kelas nomer dua,” pintanya.
Di saat yang sama, Ketua PRNU Grujugan, KH Rofiqi berharap pada warga untuk antusias dalam mengikuti NU. Semakin menggelora, semakin kuat gerakan NU di abad kedua.
“Kami kagum, meski hujan warga tidak beranjak dari tempat ini. Semoga mendapatkan Rahmat dari Allah. Ini siraman menuju abad kedua. Karena terbukti masyarakat sangat antusias terhadap kegiatan NU,” tandasnya.

