Kota, NU Online Sumenep
Rais Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep, KH Hafidhi Sarbini menegaskan bahwa jam’iyah Nahdlatul Ulama sangat membutuhkan barakah Habaib. Sebab, menurut beliau, kemajuan NU selama ini tidak bisa dilepaskan dari aliran barakah para dzurriyah Nabi Muhammad SAW.
“Saya yakin NU Sumenep akan semakin maju sebab barakahnya Habaib. Habaib memang dibutuhkan NU. NU butuh Habaib,” ungkap Kiai Hafidhi, saat memberikan sambutan pada acara Peringatan Haul Ke-53 Al-Allamah Al-Arif Billah Al-Habib Alwi bin Abu Bakar bin Ahmad Bilfaqih di jalan Brigjen Abdullah No 443 Pajagalan Sumenep, Senin malam, (29/05/2023).
Bahkan, Kiai Hafidhi mengaku, di berbagai kesempatan seringkali menyampaikan kepada Habaib, bahwa bila berkhidmat di NU tidak perlu sampai berbuat banyak. Cukup berkenan menjadi bagian NU, hal itu sudah merupakan kehormatan dan barakah besar bagi NU.
“Saya sering bilang ke Habaib, di NU tidak usah sampai bekerja. Cukup berkenan menjadi bagian dari perjuangan NU, itu sudah barakah yang besar bagi NU. Apalagi sampai bekerja, tentu akan jauh lebih baik lagi,” tambahnya.
Perihal yang disampaikan Kiai Hafidhi bukan tanpa alasan. Ia teringat dengan sabda Baginda Nabi Muhammad SAW: Keturunanku adalah keamanan bagi para umatku sekalian. Sehingga, keberadaan Habaib bagi NU menjadi lentera yang senantiasa menuntun para umat.
“Ahlu baiti amanun liummati, keturunanku keamanan bagi para umatku sekalian. Demikian sabda Nabi. Kalau tidak ada Habaib, jelas semua umat akan kelimpungan. Barakahnya Habaib, kita bisa menjalankan tugas-tugas keulamaan membesarkan nilai-nilai ulama,” tegasnya.
Di jajaran PCNU Sumenep, lanjut Kiai Hafidhi, terdapat sejumlah Habaib yang berada di struktural kepengurusan. Karena itu, ia menyampaikan terima kasih atas kesudian para Habaib menjadi bagian dari perjuangan Nahdlatul Ulama.
“Kami juga menyampaikan terima kasih kepada para Habib di Sumenep yang berkenan meng-NU-kan diri. Saya hadir karena merasakan dan berharap bisa masuk ke surga bersama para Habaib. Mengikuti Habaib,” terangnya.
Saat ini, Nahdlatul Ulama berusia lebih dari satu abad, kiprahnya pun telah mendunia. Sesuai dengan lambangnya, yakni bumi yang dikelilingi tali jagat. Capaian tersebut, menurut Kiai Hafidhi, perlu disyukuri. Tentu bersama para Habaib, perjuangan NU harus terus ditegakkan.
“Sampai sekarang NU sudah mendunia. Alhamdulillah ini menunjukkan bahwa lambang bumi di NU memah benar sesuai faktanya. NU sudah mendunia. Semua menyatakan diri bagian dari NU,” ujarnya.
Di akhir sambutannya, Kiai Hafidhi juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan dan kekhilafan yang selama ini diperbuat oleh pengurus NU kepada para Habaib. Bahkan, Ia berharap senantiasa selalu berada dalam bimbingan para Habaib.
“Mohon maaf atas sikap warga NU yang kurang berkenan, baik yang dilakukan Pengurus PCNU, MWC, Ranting, maupun Anak Ranting. Mohon bimbing mereka. Barakah para Habaib sangat kami butuhkan,” tandasnya.
Sebagai informasi, Peringatan Haul Ke-53 Al-Allamah Al-Arif Billah Al-Habib Alwi bin Abu Bakar bin Ahmad Bilfaqih diisi tausiyah keagamaan oleh Habib Ahmad Bin Muhammad Al Habsyi dan KH Musleh Adnan. Turut hadir pula sejumlah Habaib, Ketua PCNU, Forkopimda, dan warga Sumenep.
Editor: A Habiburrahman

