Kota, NU Online Sumenep
Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Sumenep terus memperkuat kapasitas kader perempuan melalui program MaPan (Madrasah Perempuan). Program pendidikan nonformal ini dirancang sebagai ruang belajar bagi perempuan muda, khususnya kader Fatayat NU, yang tetap membutuhkan pengembangan pengetahuan di tengah kesibukan keluarga dan kehidupan sosial.
MaPan berbasis Korancab (Koordinator Anak Cabang) dengan menggabungkan beberapa PAC Fatayat NU dalam satu zona. Pada putaran kedua, kegiatan digelar selama dua kali pertemuan, yakni Sabtu (01/08/2026) dan Sabtu (08/08/2026), di Kantor MWC NU Kota Sumenep.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 25 kader dari PAC Fatayat NU Kota, Kalianget, Saronggi, Gapura, Batuan, dan Manding. Masing-masing PAC mengutus empat kader untuk mengikuti program tersebut.
Dalam dua pertemuan, peserta mendapatkan sejumlah materi, yakni Sungai Kehidupan, Psikologi Perempuan, Berpikir Kritis, dan Literasi Perempuan. Materi disusun oleh tim fasilitator yang terdiri atas Fauziyah, Ningsih Hidayat, Hielma Hasanah, Raudlatun, dan Juwairiyah.
Pada pertemuan pertama, peserta mengikuti kontrak belajar, materi Sungai Kehidupan dan Psikologi Perempuan. Sementara pada pertemuan kedua, peserta mendapatkan materi Berpikir Kritis dan Literasi Perempuan.
Proses pembelajaran berlangsung interaktif. Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga mengikuti permainan, diskusi, dan tugas kelompok yang mendorong keterlibatan aktif antara peserta dan fasilitator.
Sebagai tindak lanjut, peserta mendapat tugas menulis esai berbasis pengalaman empiris masing-masing. Tulisan tersebut dikumpulkan dalam waktu satu bulan dan direncanakan menjadi buku karya kader Fatayat NU Sumenep.
Wakil Ketua PC Fatayat NU Sumenep yang membidangi Pendidikan, Ning Aviya Shofiana Shulha, mengatakan Madrasah Perempuan merupakan bagian penting dari upaya memperluas ruang belajar bagi perempuan.
“Meski sudah menjadi emak-emak dan sibuk dengan keluarga maupun pekerjaan, kita tetap tidak boleh berhenti belajar. Kita perlu terus meningkatkan kemampuan untuk memahami berbagai aspek kehidupan dan memberdayakan diri, baik sebagai istri, ibu maupun bagian dari masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, MaPan diharapkan dapat meningkatkan kapasitas kader Fatayat dalam menghadapi sekaligus menyelesaikan berbagai persoalan kehidupan.
Setiap pelaksanaan MaPan berlangsung sekitar lima jam. Program ini menjadi salah satu program unggulan Bidang Pendidikan PC Fatayat NU Sumenep dalam membangun kader perempuan yang aktif, kritis, dan terus belajar.
Pewarta: Joe Mawar

