Kota, NU Online Sumenep
Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Sumenep bekerja sama dengan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Cabang Sumenep menggelar Workshop Pasar Modal Syariah pada Selasa, (06/10/2026) di Aula Institut Miftahul Ulum Terate Sumenep. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan ekonomi kader sekaligus memperluas pemahaman masyarakat tentang investasi yang aman dan sesuai prinsip syariah.
Workshop yang berlangsung pukul 08.30–12.00 WIB tersebut menghadirkan tiga narasumber di bidang literasi keuangan, yakni Dian Eka Pratiwi, Pengawas Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Timur; Asikin Ashar, Deputi Kepala Wilayah Jawa Timur PT Bursa Efek Indonesia; serta Fajar Imamudiin, Executive Trainer.
Peserta kegiatan berasal dari berbagai kalangan, meliputi mahasiswa sejumlah perguruan tinggi di Kabupaten Sumenep, kader dan anggota Muslimat NU Sumenep, delegasi Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU se-Kabupaten Sumenep, Persatuan Guru NU (Pergunu) Sumenep, serta civitas akademika Institut Miftahul Ulum (ISMU) Terate Sumenep.
Ketua MES Cabang Sumenep, Hajar, M.E., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bertujuan memperluas jejaring ekonomi lintas kalangan, termasuk organisasi kemasyarakatan. Menurutnya, pemahaman mengenai literasi keuangan perlu terus disebarluaskan agar masyarakat mampu mengenali dan memilih instrumen investasi secara lebih bijak.
“Berinvestasi secara aman tentu menjadi keinginan setiap orang. Pemahaman cara kerja investasi harus terus disebarluaskan melalui kegiatan semacam ini,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua PC Fatayat NU Sumenep, Nyai Aviya Shofiana Shulha, yang mewakili ketua PC Fatayat NU Sumenep, menegaskan pentingnya literasi keuangan bagi perempuan muda produktif, khususnya kader Fatayat NU. Menurutnya, pemberdayaan perempuan tidak cukup hanya melalui peningkatan kemampuan ekonomi, tetapi juga harus disertai pemahaman tentang keamanan transaksi dan kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip syariah.
“Kaum perempuan bukan hanya berdaya secara ekonomi, bukan hanya penting memiliki kemandirian ekonomi, tetapi juga harus memahami keamanan dan kenyamanan secara hukum agama dalam hal transaksi keuangan,” tegasnya.
Dalam sesi pemaparan materi, ketiga narasumber memberikan penjelasan sesuai bidang keahlian masing-masing. Dian Eka Pratiwi menekankan bahwa calon investor perlu memahami aspek keamanan, legalitas, dan mekanisme investasi sebelum mengambil keputusan. Menurutnya, pertimbangan investasi tidak semestinya hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga harus memperhatikan risiko yang menyertainya.
Adapun Asikin Ashar menguraikan beragam model investasi yang dapat dipelajari masyarakat, sedangkan Fajar Imamudiin menjelaskan cara kerja lembaga keuangan sekaligus mengingatkan bahwa setiap pilihan investasi memiliki risiko.
Antusiasme peserta terlihat dalam sesi dialog dan tanya jawab. Sebagian besar peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menggali informasi lebih jauh mengenai mekanisme investasi, cara mengenali instrumen keuangan yang aman, serta berbagai hal yang perlu dipertimbangkan sebelum menanamkan modal.
Kegiatan ini sejalan dengan upaya PC Fatayat NU Sumenep melalui bidang ekonomi untuk memperkuat kapasitas kader dalam menghadapi perkembangan dunia keuangan. Pemahaman mengenai pasar modal syariah diharapkan dapat menjadi bekal bagi perempuan muda agar lebih cermat dalam mengelola keuangan, membangun kemandirian ekonomi, dan mengambil keputusan investasi secara bertanggung jawab.
Workshop yang dipandu oleh Juwairiyah, Wakil Ketua II PC Fatayat NU Sumenep, tersebut berakhir pada pukul 12.00 WIB.

