Gapura, NU Online Sumenep
Pimpinan Ranting (PR) Gerakan Pemuda (GP) Ansor desa Grujugan kali ini melaksanakan pertemuan rutin bulanan Jumat (08/01/2021) malam. Kegiatan yang bertempat di Mushalla Raudatul Mutallimin, dusun Tolasan desa Grujugan ini dihadiri oleh seluruh kader Ansor desa Grujugan, Gapura.
Pada kesempatan tersebut, Ansor Grujugan mengagendakan dua kegiatan. Pertama, kajian kitab Izzatun Nasyi’in yang diampu oleh kiai muda, Ra Anis Haddad. Kedua, santunan kepada yatim piatu di Surau atau dusun setempat.
Menurut Asrawi, ketua GP Ansor desa Grujugan, Gapura mengatakan bahwa santunan anak yatim tersebut memang rutin dilaksanakan setiap satu bulan di masing-masing dusun yang ada di desa Grujugan. Dirinya menegaskan uang yang dikumpulkan untuk santunan anak yatim adalah hasil swadaya sumbangan teman teman Ansor di setiap pertemuan.
“Uang ini hasil swadaya teman teman Ansor, untuk jumlah anak yatim yang diberi santunan tergantung kepada jumlah uangnya, dan Alhamdulillaah malam ini cukup untuk empat orang anak yatim,” ungkapnya kepada NU Online Sumenep.
Ia menambahkan bahwa dirinya akan mengutus pengurus Ansor untuk memberikan santunan kepada anak yatim yang bersangkutan. Sehingga, kepedulian kepada sesama terasa di dalam kepengurusan Ansor Grujugan.
Sementara itu, Ra Anis Haddad mengkaji tentang pengertian orang munafik sebagaimana menyitir dari kitab Izzatun Nasyiin. Beliau mengatakan bahwa apabila penyakit munafik ini terjadi kepada suatu umat, maka akan menular dan mengakibatkan kerusakan terhadap umat tersebut.
“Orang munafik akan mencari kesempatan dan akan melakukan kerusakan, ia memanfaatkan celah celah di dalam kekurangan organisasi,”jelasnya.
“Penyakit munafik ini cukup berbahaya dan kita harus waspada, apalagi orang munafik (penyusup) ini ada di dalam kalangan kita,” Pungkasnya mengakhiri.
Pewarta : Abdul Warits
Editor : Ibnu Abbas

