Image Slider

Aswaja ala NU, tidak Memukul tapi Merangkul

Gapura, NU Online Sumenep

Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi yang tetap konsisten memperjuangkan, menjaga dan melestarikan ajaran Ahlussunah wal Jama’ah (Aswaja), menjadikan aspek dakwah sebagai sarana penting yang terus diupayakan progresivitasnya. Mengingat, saat ini tidak jarang dijumpai model-model dakwah yang tidak santun dan bahkan mengandung unsur provokatif.

Atas dasar itu, Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep melakukan kunjungan ke berbagai lapisan struktural NU, guna menguatkan paham Aswaja di akar rumput. Kali ini, LDNU Sumenep kunjungan ke Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Gapura. Acara dipusatkan di kediaman Subbanul Khair Desa Braji Gapura, Gapura, Sumenep, Jum’at (29/1/2021) malam.

Hadir dalam pertemuan itu, Pengurus LDNU PCNU Sumenep, Pengurus MWCNU Gapura, Pengurus LDNU MWCNU Gapura, dan perwakilan dari beberapa pengurus lembaga-lembaga lain di lingkungan MWCNU Gapura, seperti NU Care Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah (LAZISNU), dan Lembaga Kesahatan Nahdlatul Ulama (LKNU)

KH. Fadlan Masykuri, Wakil Ketua LDNU PCNU Sumenep, di kesempatan itu menyampaikan bahwa, saat ini tidak jarang terjadi ada beberapa kelompok lain yang mengobok-obok pemahaman ke-Aswaja-an di tengah-tengah masyarakat. Sehingga beberapa di antara mereka kebingungan akan mengikuti sumber ajaran atau ulama yang mana.

“Ada orang yang bertanya kepada saya; siapa ulama yang harus saya ikuti sekarang ini?. Pertanyaan semacam itu menandakan bahwa ada upaya-upaya sistematis yang ingin menggoyahkan keyakinan dan pemahaman warga NU di basis,” ujarnya prihatin.

Menanggapi pertanyaan yang disampaikan itu, beliau dengan tegas menjawab bahwa NU sampai saat ini tetap konsisten di jalur perjuangan Ahlussunnah wal Jama’ah. NU tetap dengan sikapnya yang tegas, namun tetap dengan cara-cara santun, mengedepankan etika dan saling menghargai satu sama lain.

“NU tidak pernah abu-abu dalam menyampaikan agama, NU selalu tegas walau dengan metode yang santun, lentur dan akur,” imbuhnya.

Mengingat fakta yang terjadi di tengah-tengah warga NU itu, menurut Kiai Fadhlan, sapaan akrabnya, bahwa NU memiliki tugas dan tanggungjawab untuk menguatkan paham Aswaja di akar rumput atau basis. Apalagi, menurutnya, para muassis NU, khususnya Hadratussyeikh KH. M. Hasyim Asy’ari, telah menyediakan banyak sumber referensi-referensi autentik untuk terus dipelajari dan disyiarkan.

“Dengan belajar Aswaja kita akan tahu apa yang diharapkan oleh pendiri NU. Bahkan dulu NU difitnah keluar dari agama Islam. KH M. Hasyim Asy’ari menjawab dengan beretika dan ilmu. Tidak memukul tapi merangkul,” pungkasnya.

Sementara itu, Kiai Juhari, Ketua LDNU MWCNU Gapura, menyampaikan beberapa hal mengenai program kerja yang telah disiapkan selama masa kepengurusannya. Hal ini dilakukan untuk lebih menguatkan sinergi kelembagaan.

“Di antara beberapa program kerja yang telah kami susun adalah pendataan para da’i se Kecamatan Gapura dan pelatihan da’i yang kami khususkan untuk kalangan pelajar, dalam hal ini IPNU-IPPNU,” pungkasnya.

Editor : Ibnu Abbas

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga