Image Slider

Perkuat Ideologi Kader, Ansor di Lenteng Kaji Aswaja An-Nahdliyah

Lenteng, NU Online Sumenep

Adanya beragam kelompok ideologi dalam Islam menjadi perhatian tersendiri bagi para kader Pimpinan Ranting (PR) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Lenteng Timur Kecamatan Lenteng. Badan Otonom (Banom) yang membidangi para pemuda Nahdlatul Ulama ini rutin melakukan kajian terkait ideologi dan organisasi yang mereka ikuti.

Ahad (31/1/2020) kemarin, mereka melaksanakan kajian tentang sejarah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) an-Nahdliyah yang dikemas pula dengan kegiatan Majelis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor (MDSRA).

“Kegiatan bulanan ini tidak hanya dalam rangka menjaga amaliah NU, akan tetapi juga diisi dengan kajian keAnsoran yang mana temanya selalu berganti tiap bulan,” ujar Moh. Kholilurrahman, Ketua PR GP Ansor Lenteng Timur.

“Bulan kemarin temanya sejarah Ansor. Kali ini temanya sejarah ideologi aswaja sebagai bentuk penguatan ideologi kader,” lanjutnya.

Hadir pada kegiatan tersebut Faishal Rimzani dan Ra Imad selaku Pengurus Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Sumenep, Ketua Pimpinan Anak cabang (PAC) GP Ansor Lenteng, Washilurrahman, serta Ketua Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Lenteng Timur Kiai Marsuki, juga seluruh kader PR GP Ansor Lenteng Timur.

Pada sesi kajian, Faishal Rimzani mengutarakan, bahwa esensi Aswaja terletak pada nilai yang diajarkan, bukan soal sejarahnya saja. “Dalam hal pola pikir misalnya, kalau pihak sebelah memahami Al-Quran dan Hadis dengan akal mereka. Sedangkan kita memahami berdasarkan pendapat para ulama lengkap disertai dalil-dalilnya,” ujarnya.

Orang yang berpaham Ahlussunnah wal Jamaah akan selalu menyelesaikan permasalahan dengan cara musyawarah, inilah yang membedakan Aswaja dengan paham lain,” pungkasnya.

Editor : Ach Khalilurrahman

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga