Kota, NU Online Sumenep
Dampak dari peristiwa bom bunuh diri yang terjadi di depan Gereja Ketedral, Makassar membuat banyak kalangan bersuara. Tidak sedikit pula yang mengecam dan mengutuk keras tindakan tersebut, karena dianggap mengganggu keutuhan dalam berbangsa dan bernegara.
Salah satunya adalah K Qumri Rahman, Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Sumenep. Dirinya menyebutkan bahwa hal tersebut merupakan langkah yang teramat keliru. Baik dari sudut pandang agama, ataupun dari sudut pandang berbangsa dan bernegara.
“Saya tidak setuju dan mengecam serta mengutuk keras kepada pelaku bom bunuh diri. Itu tindakan yang sangat keliru,” ujarnya.
Ia pun meminta kepada pihak kepolisian dan segenap pihak terkait lainnya, untuk terus melakukan pengusutan terhadap pelaku bom tersebut.
“Hal ini agar tidak terulang lagi di kemudian hari di negara Indonesia yang majemuk ini,” imbuh Mantan Ketua Majelis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor (MDSRA) Sumenep ini.
Dirinya pun berharap, agar sosialisasi tentang bahaya gerakan terorisme dan radikalisme terus digalakkan. Baik sosialisasi yang dilakukan oleh instansi pemerintah ataupun tokoh agama.
“Hal ini agar pertumbuhan terorisme dan radikalisme tidak semakin menggurita di negara tercinta ini,” pungkasnya.
Editor: Abdul Warits

