Dungkek, NU Online Sumenep
Setelah Bendahara Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep membahas tentang pengembangan penerbitan kalender dan juga Ketua Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) menyampaikan ikhbar menjelang Ramadhan, KH A Pandji Taufiq selaku Ketua PCNU Sumenep menegaskan bahwa pengurus harian menjalankan i’anah syahriyah. Iuran ini berangkat atas amanah AD/ART Perkumpulan NU demi pengembangan jam’iyah.
“Setiap pengurus menyumbang Rp. 20.000,- yang disetorkan pada bendahara,” ujarnya saat mengawali pengarahannya di acara komisi tanfidziyah Bahtsul Masail PCNU Sumenep yang dipusatkan di Pondok Pesantren Anwarul Abrar atau SMA Tarbiyatus Shibyan, Jadung, Dungkek, Ahad (11/4/2021).
Secara kasat mata, uang ini kecil. Tetapi menurutnya, jika iuran ini diistiqamahkan, maka PCNU akan memperkecil beberapa kendala yang menghimpit keuangan organasasi.
“Hari ini KH Abd Basith Abdullah Sajjad selaku Mustasyar PCNU masih sempat membayar i’anah syahriyah dengan nominal Rp. 100.000,- yang dititipkan kepada saya. Bayangkan, di usia yang sudah tua, beliau masih ingat dengan iuarannya, apalagi kita?,” sergahnya sembari melontarkan tawa kecil dan senyuman.
Alumni Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk tersebut mengutarakan bahwa apa yang dicontohkan oleh beliau, mestinya dijadikan pelajaran oleh lainnya.
“Semoga iuran ini menular di masing-masing Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) dan Badan Otonom NU, lebih-lebih di tingkat Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU),” tandasnya.

