Image Slider

Kisah Rinci Ashhabul Kahfi: Dialog Ali ibn Abi Thalib dan Tiga Pendeta Yahudi

Sayyid Murtadla al-Husayni al-Fayruz Abadi dalam karya beliau, Fadlail al-Khamsah min al-Shihah al-Sittah, juz 2, hlm. 261, meriwayatkan peristiwa spektakuler tentang dialog Islam dan Yahudi. Alkisah, datanglah 3 pendeta Yahudi ke khalifah Islam kala itu, Umar ibn al-Khatthab ra (radliyallahu anhu).

Mereka menanyakan 6 perkara dengan janji bakal masuk Islam, bilamana semua pertanyaan itu dijawab tuntas dan benar. Sebaliknya, mereka bakal menuduh Islam bukan agama yang benar, jikalau satu saja pertanyaan tadi tidak terpenuhi. Mendapati tantangan itu, Umar ra berkomentar, Seandainya kalian mengajakku adu fisik, kalian bertiga belum cukup.

Akan tetapi, terkait semua pertanyaan itu, di tengah-tengah kami ada sosok jenius yang mampu menjawabnya. Jawaban Umar ra terkesan sombong. Itu lantaran Yahudi pada masa silam terkenal kesombongannya atas Islam. Umar ra melaksanakan titah Nabi SAW bahwa tak apalah kita melawan orang sombong dengan kesombongan pula, supaya orang tersebut jera atas kesombongannya.

Umar ra lantas meminta Salman al-Farisi ra untuk memanggil Ali ibn Abi Thalib KW (karramallahu wajhahu). Sesampainya, Umar ra menyampaikan perihal yang dihadapinya sekarang. Ali KW meminta 3 pendeta tersebut untuk menyampaikan kembali 6 pertanyaan tadi.

Pertama, kapan pintu langit tertutup? Ali KW menjawab ketika syirik pada Allah. Kedua, kapan pintu langit terbuka? Beliau menjawab ketika bertauhid pada Allah. Ketiga, apa kuburan yang bisa berjalan bersama penghuninya? Beliau menjawab ikan nabi Yunus ibn Matta as.

Nabi Yunus as diutus ke kaum Ninifeh. Kaum tersebut sangat durhaka pada beliau hingga suatu ketika, beliau mengancam kaumnya bahwa dalam 40 hari ke depan, jika kaum tersebut masih enggan bertauhid, maka siksa Allah SWT bakal bertandang. Menginjak hari ke 39, tanda-tanda siksa belum tiba. Akibatnya, nabi Yunus as menyerah kemudian minggat meninggalkan kaumnya. Singkat kisah, saat beliau berada dalam perahu besar lalu perahu itu berada di tengah lautan, muncullah gelombang dahsyat yang memaksa nahkoda kapal untuk membuang satu orang guna mengurangi beban.

Setelah diundi 3 kali, nama Yunus selalu muncul. Akhirnya, beliau pun dibuang ke lautan. Di lautan itulah, beliau dimakan ikan Nun (nama yang disebut dalam al-Quran). Ikan tersebut otomatis menjadi kuburan bagi beliau. Ikan tersebut berkeliling sampai 7 samudera hingga suatu saat Allah berkenan mengeluarkan beliau dari ikan tersebut.

Keempat, apa dan siapa saja yang tidak dilahirkan? Ali KW menjawab nabi Adam as, Sayyidah Hawa, unta nabi Shaleh as (awalnya berupa ukiran unta di batu lalu menjelma unta sungguhan), ular nabi Musa as (yang berasal dari tongkat beliau) dan kambing pengganti nabi Ismail as tatkala beliau akan disembelih oleh sang ayah, nabi Ibrahim as.

Kelima, makhluk apa yang bisa memberi nasihat, namun ia bukan manusia dan jin? Beliau menjawab semut nabi Sulaiman as. Teriakan ratu semut kepada semut lainnya membuat nabi Sulaiman as memanjatkan syukur pada Allah SWT.

Usai itu, 2 pendeta Yahudi menyatakan keislamannya. Tersisa 1 pendeta yang masih bimbang. Ia melayangkan pertanyaan terakhir, yaitu Ashhabul Kahfi (7 orang yang tidur dalam gua selama 300 tahun menurut kalender Syamsiyah atau 309 tahun menurut kalender Qamariyah).

Ali KW akan menjawabnya sesuai dalam al-Quran, namun itu ditolak si Yahudi, karena ia dan 2 rekannya yang sudah Islam sudah mendengarnya. Ia kini butuh kisah yang rinci. Akhirnya, Ali KW menyanggupi akan menjawabnya tuntas.

Alkisah, peristiwa itu terjadi di kota Apesus atau kota Tarses. Awalnya, kota ini dikuasai raja yang baik. Sepeninggal raja tersebut, Dikianius, raja Romawi menyerang lalu menguasainya. Usai itu, Dikianius membangun istana dengan panjang 1 farsakh dan lebar 1 farsakh. 1 farsakh = 8 kilometer. Jadi, 2 farsakh = 16 kilometer. Dikianius memiliki 50 menteri di sebelah kanan dan 50 menteri di sebelah kiri. Selain itu, ia memiliki 6 pemuda cerdas sebagai penasihat, yaitu Tamlika, Miksalmina, Mikaslimina, Martelius, Kalitius dan Sidarmius. 6 pemuda ini akan menjadi Ashhabul Kahfi. 1 orang nanti akan bergabung dengan mereka, sehingga lengkaplah 7 orang.

Istana seluas 16 kilometer tersebut setiap harinya diharumkan oleh burung-burung yang menceburkan diri dalam ember berisi parfum. Setelah itu, semua burung tadi mengibaskan sayap-sayapnya ke seluruh istana. Setelah 30 tahun berkuasa, Dikianius tidak pernah sakit. Dia lantas bertanya ke 100 menterinya, apakah mereka pernah melihatnya sakit? Semua kompak menjawab tidak. Dikianius menegaskan siapa yang tidak pernah sakit? 100 menteri kompak menjawab Tuhan. Dikianius lantas mengaku dirinya Tuhan dan semua menteri tadi mengiyakan.

Di pihak lain, 6 pemuda tadi melangsungkan rapat di rumah Tamlika. Tamlika menanyakan kesediaan mereka menuhankan Dikianius. Mereka semua kompak enggan menuhankannya. Tamlika lalu menawarkan bahwa mereka harus kabur dari istana, meninggalkan kemewahan demi Tauhid. Di tengah jalan, mereka sempat menjual kurma seharga 3 dirham. Mereka lantas berjumpa seorang pengembala yang memiliki seekor anjing. Anjing tersebut bernama Qithmir. Pengembala itu bertanya, Sepertinya tuan-tuan ini orang kaya? salah satu mereka menjawab, Iya kami adalah penasihat raja Dikianius. Kami kabur dari istana, karena enggan menuhankan si raja itu. Pengembala kemudian mengajak mereka ke bukit Nablus yang di bawahnya terdapat gua Khemar. Gua tersebut berada di balik air terjun. Sesampainya, mereka sempat mandi. Saat itu, waktu sudah petang. Mereka lalu tidur di gua. Keesokan harinya, mereka lapar. Tamlika, sebagai pemimpin kelompok, keluar untuk membeli makanan.

Sesampainya di kota, Tamlika kebingungan, karena semua keadaan dan bangunan sudah berubah. Ketika tiba di toko roti, Tamlika membayar 1 dirham. Si penjual heran, menanyakan dari mana dapat uang kuno. Tamlika mengelak bahwa uang ini ia dapat kemarin, hasil dari menjual kurma. Si penjual tetap bersikukuh bahwa itu uang kuno, bahkan sempat menyebut raja saat itu, yaitu Abdurrahman. Tamlika semakin heran. Bukankah raja sekarang Dikianius? Kini penjual roti bertambah heran. Singkat kisah, Tamlika akhirnya dihadapkan pada raja Abdurrahman.

Di istana, Tamlika sempat berdebat dengan raja. Akhirnya, Tamlika hendak menunjukkan rumahnya. Tamlika kemudian diantar tentara kerajaan. Sesampainya, Tamlika mendapati orang yang tua renta. Di depan si kakek yang sangat tua itu, Tamlika menjawab, Aku ini Tamlika putra Filinstin.

Mendengar pengakuan itu, si kakek tadi bersujud. Dengan haru pilu, kakek tadi menyatakan, Tamlika adalah kakek buyutku yang pernah diceritakan nabi Isa as bahwa dulu ada 7 orang pemuda yang tidur di gua dan akan dibangkitkan setelah 300 tahun lamanya. Semua yang hadir kala itu kaget dan bingung 7 keliling.

Kisah mereka memang terdapat dalam Injil yang pada masa kini, bertajuk seven sleepers (7 orang tidur). Singkat kisah, sampailah kabar itu ke telinga raja Abdurrahman. Raja ini kemudian meminta Tamlika memanggil 6 temannya.

Sesampainya dekat bukit, namun tidak di depan gua, Tamlika meminta para pengiringnya dari kerajaan untuk berdiam di sana, khawatir teman-temannya di gua mengira mereka sebagai pasukan Dikianius. Jarak antara tempat mereka berdiam diri dan gua agak berjauhan, sehingga gua belum mereka ketahui. Di dalam gua, 6 orang tadi menikmati makanan yang dibawa Tamlika. Setelah itu, Tamlika menanyakan mereka tentang berapa lama tidur.

Mereka kompak menjawab hanya 1 malam. Tamlika meluruskan bahwa kita sudah tidur ratusan tahun lamanya, bahkan seorang nabi bernama Isa as sudah diutus dan wafat. Tamlika menceritakan semua pengalamannya tadi. Dia kemudian mengajak mereka keluar gua. Mereka menolak. Salah satu mereka menjawab, Kita sudah menyaksikan kekuasaan Allah. Kita yang merasa tidur 1 malam, ternyata sudah ratusan tahun tanpa terasa.

Jika kita bergabung dengan mereka, maka mereka akan mendewakan kita, karena mereka sudah tahu bahwa kita ini 7 pemuda yang diceritakan dalam Injil. Lebih baik kita meminta Allah untuk mencabut nyawa kita saat ini juga dan menyembunyikan gua ini dari penglihatan mereka, supaya kita tidak ditemukan, karena jika ditemukan, jasad kita bisa saja didewakan.

Mereka kompak berdoa dan atas izin Allah, mereka wafat sebagai manusia mulia yang dikenang sepanjang masa. Konon, raja Abdurrahman berkeliling selama 7 hari, mencari gua itu, namun tidak kunjung ketemu. Pada akhirnya, gua itu ditemukan juga.

Usai menceritakan semua itu, 1 pendeta tadi berkenan masuk Islam. Sebuah dialog jenius dan spektakuler. Patut disumbangkan pada mereka yang belum tahu dan patut disambung dengan belajar segiat-giatnya, sehingga lahirlah Ali-Ali baru di masa kini. Demikian. Wallahu Alam.

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga