Image Slider

Innalillahi, Kiai Abu Sufyan Mustasyar NU Giliraja Wafat

Giliraja, NU Online Sumenep
Nahdliyyin Giliraja berduka, khususnya Pengurus Ranting NU Lombang. Mereka dikejutkan dengan kabar wafatnya Kiai Abu Sufyan, yang juga sebagai Mustasyar MWCNU Giliraja, Jumat (05/01/2021) malam.

Pamflet berisi narasi bela sungkawa pun bertebaran di akun media sosial. Mulai dari teman dekat, kerabat, tetangga hingga murid-muridnya semasa di MTs Nurul Huda Banbaru Giliraja dan SMPN 2 Giligenting.

Sebelumnya, Kiai Abu Sufyan sempat dirawat di RSUD dr Moh Anwar Sumenep. Ia memiliki riwayat penyakit diabetes. Hal itu diceritakan oleh Moh. Syukron, anak kedua almarhum.

“Abi mempunyai riwayat penyakit diabetes, gula darahnya naik turun. Jumat (07/05/2021), Abi pergi ke rumah bibi, saudari Abi. Di sana ada saudara sepupu, Kiai Subhan Khotib, saat Kak Subhan melihat kondisi Abi kelihatan tidak sehat, ia mengajak Abi untuk check up ke dokter di Sumenep,” ujar Ra Syukron kepada NU Online Sumenep, Sabtu (05/06/2021) malam .

Pada hari itu juga, Jumat (07/05/2021), Kiai Abu Sufyan dibawa ke RUSD dr Moh Anwar Sumenep. Oleh pihak rumah sakit, ia disarankan agar rawat inap. Kiai Abu divonis mengidap penyakit hepatitis, ia menjalani rawat inap di rumah sakit hingga 15 Mei 2021, atau hingga dua hari setelah lebaran Idul Fitri 1442 H.

Selanjutnya, Kiai Abu disarankan untuk dirujuk ke Surabaya, hanya saja ia tidak mau. Kiai Abu minta pulang ke Aengbaja Kenek Bluto, rumah mertuanya.

“Dokter di Rumah Sakit dr. Moh. Anwar meminta pada pihak keluarga saya agar Abi dirujuk ke Surabaya, cuma abi tidak mau, ia minta pulang ke rumah nenek saya di Aengbaja Kenek. Selama di Aengbaja Kenek, kondisi abi terus memburuk,” ucapnya.

Senada dengan Syukron, Faizatul Fitriah, anak sulung perempuan Kiai Abu Sufyan menuturkan, bahwa kondisi kesehatan orang tuanya memburuk. Karena kondisi kesehatannya semakin memburuk, pada hari Ahad 30 Mei sekitar pukul 02:00 dini hari, ia dilarikan ke Puskesmas Bluto, di sana ia dinyatakan kekurangan darah HB. Dari Puskesmas Bluto, pria kelahiran Desa Lombang Giliraja ini mendapatkan rujukan ke RSI Garam Kalianget.

“Selama di Aengbaja Kenek, kondisi Abi semakin memburuk, saya bersama keluarga yang lain memutuskan untuk merawatnya di Puskesmas Bluto. Abi mendapatkan perawatan di Bluto sekitar satu hari, dari pukul dua dini hari hingga sore hari. Selanjutnya, Abi dirujuk ke RSI Garam Kalianget untuk mendapatkan transfusi darah,” ujar Faiz panggilan akrabnya.

Pada hari Senin tanggal (31/05/2021), Kiai Abu Sufyan mendapatkan transfusi darah, dan pada hari Selasa (01/06/2021) dilakukan USG. Oleh pihak dokter, ia dinyatakan mengidap penyakit Hepatoma.

“Sejak itu pula Abi minta pulang ke Giliraja, hanya saja pihak keluarga tetap memaksa merawatnya di Kalianget. Baru pada hari Kamis tanggal 03 Juni 2021 Abi dibawa pulang ke Giliraja,” ungkapnya.

Menjelang tengah malam, pria yang mengabdikan dirinya di Pesantren Nurul Huda Banbaru Giliraja ini menghembuskan nafas terakhir di rumahnya, Desa Lombang, Giliraja.

“Abi hanya sehari di Giliraja. Saat masih dirawat di RSI Kalianget, ia sempat berwasiat kepada keluarga agar tidak meninggalkan shalat lima waktu. Menjelang Jumat tengah malam (04/06/2021) sekitar pukul 22.00, Abi meminta kepada adik saya (Syukron) agar membaca shalawat. Abi terlelap tidur sebentar, ia bangun lagi dan melihat adik saya. Setelah itu, abi menghembuskan nafas terakhirnya,” tambahnya.

Ucapan Bela Sungkawa

Ungkapan bela sungkawa yang mendalam datang dari keluarga besar Pesantren Nurul Huda. Salah satunya diungkapkan oleh K. Abd. Hafidh Yahya, pengasuh Pesantren Nurul Huda Banbaru Giliraja.

“Saya sangat bersedih atas wafatnya Kiai Abu Sufyan, beliau sangat penyabar, taat ibadah dan pengabdi, mengabdi di NU dan di Pesantren Nurul Huda dan SMPN 2 Giligenting. Kiai Abu itu teman saya sejak MA Nurul Islam Karangcempaka hingga kuliah di IAIN Pamekasan dan sama mondok di Nasyrul Ulum Bagandan Pamekasan, ia pernah menjabat Kepala MTs Nurul Huda dan aktif di kepengurusan NU ranting serta MWC. Atas nama Keluarga Besar Pesantren Nurul Huda, saya sangat berterima kasih kepada beliau. Saya bersaksi, beliau itu orang yang baik, semoga husnul khotimah dan ditempatkan di surga,” ucap Kiai Hafidh.

Editor: A Warits Rovi

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga