Image Slider

E-Commerce: Senjata Utama Para Enterpreneur

Rikzatun Naimah dan Luluk Suhartini

Dewasa ini di era teknologi informasi banyak sekali perubahan yang terjadi di ranah kultur kehidupan kita sehari-hari. Masuk di dalamnya adalah hal berbisnis (commerce). Jika dulu praktik perdagangan kita sangat konvensional sekali seperti harusnya pedagang dan pembeli bertemu di satu tempat lalu dibuatlah semacam ijab qobul atas barang yang diperdagangkan, yang kemudian dalam perkembangannya memunculkan istilah pasar-pasar. Namun sekarang, di era teknologi informasi ini, dalam dunia bisnis, praktik-praktik sistem konvensional tradisional yang mengharuskan pembeli dan penjual bertemu secara langsung di suatu tempat atau pasar sudah tidak lagi menjadi satu-satunya cara berbisnis. Era teknologi informasi perlahan-lahan mulai merubah cara berbusana masyarakat dengan e-commerce-nya. Dengan e Commerce pembeli dan penjual tidak harus bertemu secara langsung di suatu tempat. Jika bisa melakukan transaksi perdagangan walaupun posisi mereka masing-masing saat itu saling berjauhan berada di belahan bumi lain. Secara sederhana e-commerce itu sendiri merupakan kegiatan bisnis dengan tujuan mengambil laba seperti halnya penjual, pembeli, pelayanan, informasi dan perdagangan melalui perantara jejaring komputer, utamanya yang berbasis internet.

E-commerce bisa disebut perdagangan elektronik atau e-dagang adalah penyebaran, pembelian, penjualan, media promosi, pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti internet atau televisi atau jaringan komputer lainnya. E-commerce dapat melibatkan transfer dana elektronik, tukaran data elektronik, sistem manajemen otomatis, dan sistem pengumpulan data otomatis.

E-commerce diterima baik dan sangat familiar Bagi kalangan businesman terutama bagi mereka yang tinggal di kota besar, seperti halnya Ibukota yang kultur budaya e-commerce sangatlah kental, bahkan masih dianggap newscience yang memiliki nilai positif.

Kehadiran e-commerce sebagai media transaksi baru ini Tentunya menguntungkan banyak pihak, baik pihak konsumen, maupun pihak produsen dan penjual (retailer). Dengan menggunakan internet, proses perniagaan dapat dilakukan dengan menghemat biaya dan waktu. E-commerce sebetulnya dapat menjadi suatu bisnis yang menjanjikan. Hal ini tidak lepas dari potensi berupa jumlah masyarakat yang besar dan adanya jarak fisik yang jauh sehingga e-commerce menjadi solusi dan dapat dimanfaatkan dengan maksimal. Sayangnya, daya beli masyarakat yang masih rendah dan infrastruktur telekomunikasi yang tidak merata di daerah-daerah lainnya membuat e-commerce tidak begitu populer. Hal ini tidak lepas dari jumlah pengguna internet di Indonesia yang hanya sekitar 8000000 orang dari 212 juta penduduk. Selain itu e-commerce juga banyak dimanfaatkan oleh perusahaan-perusahaan di Indonesia relatif banyak perusahaan yang sudah memasang homepage, hanya sedikit yang memfungsikannya sebagai sarana perniagaan atau perdagangan online. Sebagian besar homepage itu lebih difungsikan sebagai media informasi dan mengenal produk semata.

Menurut beberapa pakar, secara umum ada tiga tahapan menuju e-commerce, yakni: presence (kehadiran) interaktivitas dan transaksi. Saat ini, kebanyakan homepage yang dimiliki perusahaan-perusahaan di Indonesia hanya mencapai tahap presence, belum pada tahap transaksi. Padahal dengan adanya perkembangan teknologi peningkatan jumlah pengguna internet di Indonesia akan menjadi suatu bisnis yang menjanjikan kedepannya. Beda halnya jika sistem e-commerce ini diterapkan di pelosok-pelosok desa atau bahkan kampung. Mungkin masyarakat di sana menerima, Namun sayang, mereka tidak akan melakukan transaksi dikarenakan minimnya pendidikan mereka tentang dunia teknologi informasi, mereka lebih mempercayai sales, atau masih terikat dengan sistem perdagangan konvensional. Hal itu juga menjadi tantangan tersendiri bagi para businessman. Businessman yang bergerak dengan sistem e-commerce ini harus mampu memberikan pemahaman tentang manfaat manfaat dan tata cara berbisnis dengan sistem e-commerce khususnya mereka yang tinggal di daerah pedalaman.

Berbicara manfaat atau dampak, tentunya e-commerce ini memiliki dampak tersendiri entah perusahaan maupun konsumen itu sendiri diantaranya dampak positif yang didapatkan dari pihak perusahaan adalah perusahaan dapat menjangkau pelanggan pelanggan yang ada di seluruh dunia dengan melakukan kegiatan bisnis secara online. Jadi dapat dilihat bahwa semakin luas bisnis yang mereka lakukan, maka sama saja dengan meningkatkan keuntungan yang didapatkan. Pelaku bisnis dapat mengumpulkan informasi mengenai para pelanggannya melalui penggunaan Cookies. Cookies adalah file kecil yang terdapat di dalam harddisk pemakai. Saat pemakai atau calon pelanggan tersebut memasuki sebuah website, maka cookies membantu operator website tadi untuk mengumpulkan informasi mengenai kebiasaan membeli yang dilakukan oleh sekelompok orang, Jadi kesimpulannya jika dibandingkan dengan jenis bisnis secara tradisional, maka berbisnis di internet secara online jauh lebih menguntungkan.

Dilihat dari sisi konsumen, sama saja halnya dengan bisnis yang menginginkan keuntungan yang besar dari e-commerce. Konsumen pun juga begitu yang juga berkeinginan mengambil keuntungan yang besar dari seluruh kemungkinan yang ditawarkan  oleh e-commerce, keuntungannya dari konsumen sendiri adalah konsumen di internet bisa menggunakan komputer pribadinya pagi atau malam selama 24 jam tanpa batasan apapun untuk membeli hampir semua barang yang ditawarkan. Hanya cukup mengklik produk yang ingin dibelinya, lalu memasukkan informasi yang dibutuhkan untuk proses pembelian itu seperti memasukkan nomor kartu kreditnya dan alamat rumah untuk pengiriman barang pesanan, kemudian menunggu produk itu sampai di tujuan biasanya melalui jasa Pos khususnya bagi yang menjual software komputer. Contohnya adalah beyon.com yang mengizinkan para pelanggannya untuk mendownload software yang dibelinya langsung ke komputer mereka. Sangat gampang dan mudah bukan untuk membeli suatu barang di zaman sekarang ini.

*Mahasiswi dan Dosen Teknologi Informasi  Institut Sains dan Teknologi Annuqayah (IST) Annuqayah

 

Artikel Sebelumnya
Artikel Berikutnya
ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga