Image Slider

IPNU Sumenep Minta Pemkab Perhatikan Korban Covid-19 dan Vaksinasi Santri

Kota, NU Online Sumenep
Banyak cara yang dilakukan oleh pemerintah untuk memutus mata rantai Covid-19. Untuk mengetahui daya sebar virus tersebut, Pemerintah Kabupaten Sumenep menggelar Rapat Koordinasi Penanganan dan Pencegahan Covid 19 yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati, Jum’at (30/7/2021) di aula Arya Wiraraja Kantor Bupati Sumenep.

Turut hadir di acara, Kepala Kepolisian Resor (Kapolres), Kejaksaan Negeri (Kejari), Dinas Kesehatan (Dinkes), Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Kepala Dinas Perhubungan, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr H Moh Anwar, pimpinan Ormas, seperti Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU) beserta Badan Otonomya, Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan keluarga korban Covid-19.

Ketua Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Sumenep, Zaynollah mengutarakan, tujuan kegiatan ini adalah meminta masukan atas penanganan Covid-19 lebih terkendali serta menanggapi beberapa isu dan fenomena yang berkembang di masyarakat.

“Meskipun masih banyak kendala, kami sangat mengapresiasi langkah Pemkab Sumenep saat vaksinasi di Sekolah Negeri. Namun, kami juga meminta kepada pihak terkait untuk turut melakukan hal serupa. Yakni vaksinasi bagi santri yang bermukim di pondok pesantren,” tuturnya saat menghadiri acara itu.

Berdasarkan data yang ia miliki, ada sekitar 270 lebih pesantren atau sekitar 49.000-an santri-santriwati yang tersebar di kepulauan dan daratan.

“Mereka saat ini ada di pesantren yang tingkat mobilitasnya tinggi. Sebab mereka terikat dengan beragam program atau kegiatan pesantren,” imbuhnya.

Alumni Pondok Pesantren Nurud Dhalam Ganding itu menginginkan, upaya yang dilakukan Pemkab harus menggunakan pendekatan yang humanis agar berjalan lancar.

“Selain ikhtiar batin, saat ini vaksin merupakan upaya paling efektif untuk menjaga kekebalan tubuh kita. Memang tidak ada yang menjamin. Namun kami turut memastikan vaksin ini aman dan halal. Sebab mendapat pengakuan dari MUI dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Adapun kabar hoax yang beredar, jangan dihiraukan,” pintanya tegas.

Di samping itu, pria yang kini menjabat sebagai Koordinator Gusdurian Sumenep meminta kepada tenaga kesehatan untuk memaksimalkan proses vaksinasi, sehingga tidak menimbulkan efek samping, seperti yang belakangan ini marak terjadi di tengah-tengah masyarakat.

“Kami berharap Wakil Bupati turut memperhatikan pasien Isolasi Mandiri (Isoman) dan anak yatim yang ditinggalkan orang tuanya karena terpapar Covid-19. Mohon mereka berikan bantuan diberikan bantuan yang layak,” tandasnya.

Pewarta: Firdausi
Editor: A. Habiburrahman

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga