Batuputih, NU Online Sumenep
Seluruh Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) dan Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) se-Kecamatan Batuputih mengadakan kegiatan Penguatan Jam’iyah dan Jamaah. Acara dihadiri oleh jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep, Ahad (2/1/2022) di Pondok Pesantren Al-Munawarah Batuputih Kenek.
Dalam laporannya Ketua MWCNU Batuputih KH Ali Wafa mengatakan bahwa sejak dilantik tiga tahun lalu dirinya merasa bahwa NU Batuputih sangat terbelakang jika dibandingkan dengan MWCNU lainnya.
“Kami lalu melakukan pembagian kerja dengan masing-masing Wakil Ketua yang membawahi 2 ranting,” ujarnya saat mengawali laporan.
Pihaknya juga menyampaikan kegiatan yang telah dilaksanakan antara lain, peringati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, pembelian tanah di Desa Badur, menggelar Halalbihalal, ziarah muassis, rapat koordinasi dengan MWCNU se-Timur Daya, Halaqah ke-NU-an bersama KHR Azaim Ibrahimy, pertemuan di PRNU Batuputih Daya.
“Kami juga melakukan silaturrahim dan studi banding ke MWCNU yang dipandang maju, seperti Gapura dan Pragaan,” tuturnya menambahkan.
Selain itu juga rutin mengadakan kegiatan Bahtsul Masail dan Konsolidasi bulanan setiap hari Ahad di pekan pertama setiap bulan. Pekan ketiga mengadakan pertemuan Tanfidziyah. Sementara dipekan keempat mengadakan pertemuan MWCNU, lembaga dan Badan Otonom NU setiap bulan.
Tak hanya itu, beliau juga menyampaikan laporan keuangan tiga tahun kepengurusan, dari 2019-2021, termasuk laporan pengeluaran untuk rehabitasi kantor MWCNU Batuputih.
“Rehab kantor diselesaikan agar representatif di jadikan tempat rapat dan pertemuan. Baik lembaga atau pun Badan Otonom,” imbuhnya.
Selain itu MWCNU Batuputih juga melaunching kotak amal berseri yang diletakkan di warung dan toko. Hal itu tergerak karena ada kelompok di luar NU dengan mudahnya menaruh kotak amal yang tidak jelas penggunaan di kantong-kantong Nahdliyin.
“Melihat potensi Batuputih yang merupakan lahan pertanian banyak sekali warga menanam pisang, sehingga pihaknya punya program ‘1 pisang 1 pengurus’ yang akan dilaksanakan kemudian,” ucapnya.
Dari laporan yang disampaikan secara terbuka tersebut, pihaknya menyadari bahwa dirinya adalah manusia biasa, tentu banyak hal yang bisa dikritik dan dijadikan sebagai bahan masukan untuk kemajuan kedepan.
“Bila ada yang perlu dikritik silahkan. Sepanjang konstruktif,” pungkasnya.
Editor: Firdausi

