Image Slider

Lokakarya PFA, Fatayat NU Sumenep Siapkan Kader Responsif terhadap Kasus Kekerasan

Kota, NU Online Sumenep

Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Sumenep melalui Bidang Hukum, Politik dan Advokasi (HPA) menggelar lokakarya Psychological First Aid (PFA) untuk menyiapkan kader yang responsif dan terampil dalam memberikan pertolongan pertama psikologis kepada korban kasus kekerasan, khususnya perempuan dan anak.

Kegiatan yang melibatkan perwakilan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU se-Kabupaten Sumenep ini bertempat di lantai 3 Gedung DPRD Kabupaten Sumenep, Sabtu (17/10/2026).

Ketua PCNU Sumenep, KH Md Widadi Rahim, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut, menyampaikan dukungannya terhadap upaya Fatayat NU dalam memperkuat pendampingan korban kekerasan

“Dari lokakarya ini diharapkan ada kesinambungan sehingga bisa melahirkan kebijakan berkelanjutan yang berorientasi pada pendampingan korban kasus kekerasan,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua PC Fatayat NU Sumenep, Ny Hj Dina Kamilia menegaskan bahwa kader Fatayat harus memiliki kepedulian sekaligus keterampilan dasar ketika menjumpai kasus kekerasan di lingkungan sekitarnya.

Menurutnya, kader tidak cukup hanya menjadi pengamat, tetapi perlu hadir memberikan dukungan awal sesuai kapasitasnya.

“Jangan sampai kita hanya berpangku tangan saat melihat korban kekerasan. Seminim mungkin kita melakukan sesuatu. Entah itu menunjukkan empati, memberikan petunjuk informasi jalur pelaporan dan hal lain yang membuat kasus kekerasan itu tertangani secara baik,” tegasnya.

Memasuki sesi materi, narasumber dari Lembaga Perlindungan Anak (LPA), Nurul Sugiati menekankan pentingnya pendampingan psikologis yang tidak menyudutkan korban.

Ia menjelaskan bahwa tugas pendamping bukan mengambil alih persoalan atau memaksakan solusi, melainkan membantu korban merasa didengar, didukung, dan tidak sendirian dalam menghadapi situasi yang dialaminya.

“Dalam banyak realitas, seringkali korban yang sudah menjadi korban ini justru dipersalahkan bahkan oleh sesama perempuan. Ini yang tidak boleh terjadi,” ujarnya.

Menurutnya, kader perlu memahami bahwa sikap empati, kesediaan mendengarkan, serta tidak menyalahkan korban merupakan bagian penting dari pertolongan pertama psikologis.

“Kader juga perlu mengetahui jalur pelaporan dan merujuk korban kepada pihak yang berwenang atau mitra yang kompeten agar penanganan kasus berjalan sesuai kebutuhan,” pungkasnya.

Selain Nurul Sugiati, lokakarya ini juga menghadirkan Nunung Fitriana, Koordinator Bidang HPA PC Fatayat NU Sumenep sekaligus Sekretaris Cabang Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Sumenep.

Editor: Lukmanul Hakim

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga