Image Slider

Membanggakan, Santri Annuqayah Menang Festival Paralayang Bupati Sumenep Cup 2022

Pasongsongan, NU Online Sumenep

Festival Paralayang Jokotole Bupati Sumenep Cup 2022 usai digelar di Puncak Lanjari, Desa Soddara, Kecamatan Pasongsongan, Sumenep pada 24-29 Mei 2022 lalu. Menariknya, di antara pemenang kejuaraan Paralayang pertama di Madura itu ada atlet paralayang lokal Kabupaten Sumenep yang juga seorang santri Pondok Pesantren Annuqayah daerah Latee Guluk-Guluk, Sumenep.

Ia adalah Dedi Helmi Adi, asal Dusun Gaber Desa Soddara Kecamatan Pasongsongan, Sumenep. Di ajang tersebut, ia berhasil meraih juara 2 kategori Pemula Putra. Helmi pun menjadi satu-satunya atlet Paralayang lokal Sumenep yang juara di Festival Paralayang se-Jawa Timur tersebut.

Moh Mukhlis, anggota Bumdes Sataretan Desa Soddara mengaku bersyukur atas prestasi yang diperoleh putra Desa Soddara tersebut. Hal tersebut menunjukkan bahwa upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Soddara tidak sia-sia.

“Sejak tahun 2020 memulai latihan paralayang dan selanjutnya berangkat berlatih di Pantai Modangan, Malang,” ujarnya, Rabu (01/06/2022).

Ia menambahkan, bahwa Pemdes dan Bumdes Soddara memang sejak awal punya rencana serius dalam membangun wisata paralayang serta atlet paralayang dari warga lokal. “Dan, hal ini bersambut dengan keinginan atlet yang bersangkutan dan dukungan orang tua,” imbuhnya.

Alumni Pondok Pesantren Annuqayah tersebut juga bangga atas prestasi yang diraih oleh Helmi yang merupakan santri aktif Pondok Pesantren Annuqayah itu. Menurutnya, hal itu menunjukkan bahwa santri bisa bersaing dalam banyak aspek.

“Tidak hanya di bidang keagamaan, tapi juga di antaranya cabor paralayang,” ungkap Mukhlis.

Selanjutnya, Mukhlis menuturkan bahwa atlet lokal tersebut berlatih dengn biaya mandiri serta dukungan dari Pemdes setempat. Untuk itu, pihaknya berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) juga turut andil dan peduli atas prestasi tersebut.

“Selain itu, kami berharap agar sama-sama memperhatikan dan peduli terhadap potensi kekayaan alam Sumenep. Karena ini juga bagian dari upaya menjaga wilayah dan percepatan pemulihan ekonomi pasca pandemi,” pungkasnya.

Diketahui, selain Dedi Helmi Adi, kejuaraan paralayang tersebut juga diikuti atlet lokal lain asal Desa Soddara, Pasongsongan, yakni Riyanto, Halil, dan Andre. Namun, tiga nama terakhir gagal menjadi pemenang.

Editor: Ibnu Abbas

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga