Image Slider

Ranting NU-Ansor di Gapura Kompak Jadikan Masjid Pusat Pemberdayaan Nahdliyin

Gapura, NU Online Sumenep

Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (NU) dan Pimpinan Ranting (PR) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Desa Gapura Tengah, Kecamatan Gapura, Sumenep, bertekad menjadikan masjid sebagai pusat pemberdayaan Nahdliyin. Hal itu ditandai dengan silaturrahim bulanan yang digelar secara bergiliran di setiap masjid.

Ketua PRNU Gapura Tengah, Sukri mengatakan, upaya pemberdayaan masyarakat melalui masjid itu diwujudkan dalam dua aspek. Pertama ideologi, dikemas dengan pengajian yang diisi oleh pengurus MWCNU Gapura. Kedua, pemberdayaan ekonomi dengan menyantuni anak yatim yang berada di sekitar masjid.

“Sehingga ke depan masjid benar-benar menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, tidak hanya sebatas tempat peribadatan saja,” ujarnya saat pengajian rutinan di Masjid Nur Muhammad, Dusun Panile, Gapura Tengah, Gapura, Sumenep, Senin (18/07/2022).

Menurut Sukri, kehadiran NU sebagai pelopor pemberdayaan masyarakat melalui masjid-masjid sangat penting. Sebab, masjid merupakan tempat yang strategis dalam menjaga ideologi melalui dakwah dan syiar ke-NU-an, serta kontribusi sosial lainnya.

“Sehingga kami semua berharap, NU lebih dekat dengan masyarakat dan hadir membersamai masyarakat, serta menjawab segala persoalan sosial yang dihadapi warga,” tambahnya.

Adapun santunan yang diberikan kepada anak yatim, sengaja melibatkan masyarakat yang dalam kategori mampu secara ekonomi. Konsep dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat, diyakini mampu mewujudkan kemandirian jama’ah dan jam’iyah NU.

Di bulan ini, pihaknya berhasil menggalang donasi sebesar Rp1,5 juta dari para donatur. Kemudian disalurkan kepada 5 orang anak yatim. Sedang sisanya akan disalurkan di pertemuan bulan berikutnya.

Sementara itu, Ketua PR GP Ansor Gapura Tengah Aribuddin mengungkapkan, bahwa sinergi kelembagaan di NU perlu terus dirajut. Dirinya meyakini, dengan kebersamaan dan solidaritas, NU akan jauh lebih kuat dan bermanfaat untuk umat.

“Sehingga kita fungsikan beberapa elemen yang ada untuk bersama-sama menyukseskan kegiatan rutinan ini,” ungkapnya.

Semua elemen, mulai dari PRNU, lembaga dan banom NU diberi peran masing-masing. GP Ansor sebagai organisasi kepemudaan NU bertugas menggerakkan massa, LTM NU bertugas membangun komunikasi dengan masjid-masjid, NU-Care LAZISNU menggalang donasi untuk disalurkan kepada yatim, sedangkan PRNU sebagai penyambung komunikasi dengan MWCNU.

“Kita pun semua berharap kegiatan rutinan ini bisa istiqamah dilaksanakan setiap bulan. Sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” pungkasnya.

Editor: Ibnu Abbas

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga