Guluk-Guluk, NU Online Sumenep
Santri Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk Sumenep, Iskandar Yasin, terpilih menjadi imam masjid di Ras Al Khaimah, Uni Emirat Arab (UEA). Dirinya mengaku amanah tersebut senyatanya mengemban misi besar, yakni untuk menyebarkan dakwah Islam Indonesia yang wasathiyah.
“Pada akhir Mei lalu kami diberikan pembekalan oleh Kemenag sebagai persiapan keberangkatan. Namun saya tidak ikut karena udzur, tetapi intinya adalah bagaimana kita bisa menampilkan Islam Indonesia yang wasathiyah, adem, dan santun,” ujarnya, Kamis (04/08/2022).
Dirinya mengaku, misi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi dirinya dan imam asal Indonesia lainnya. Salah satunya karena meski mayoritas Muslim, di Uni Emirat Arab madzhab yang dianut berbeda dengan Indonesia.
“Perbedaan madzhab ini akan menjadi tantangan tersendiri bagi kami dalam mensyiarkan Islam Indonesia yang wasathiyah tersebut,” kata pria kelahiran 25 Desember 1992 ini.
Selain itu, ia mengaku harus beradaptasi dengan negara yang dikenal memiliki gedung Burj Khalifa, menara tertinggi di dunia itu. Hal itu karena ada perbedaan iklim, tradisi, hingga budaya dengan Indonesia.
“Yang dipersiapkan pertama tentu restu dari para guru, orang tua. Dan kedua yaitu mental. Sebab menjadi imam, terlebih bagi orang Arab sendiri tentu tidak mudah,” ucap alumni Pesantren Ar-Rasyidien Poreh, Lenteng, Sumenep itu.
Disebutkan, Iskandar Yasin dinyatakan lolos dalam tes yang diadakan oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Islam Republik Indonesia (RI), yang gelar dari 07 hingga 11 Mei 2021 lalu.
“Saya mengikuti seleksi yang diadakan Kemenag RI yang bekerja sama dengan Awqof UEA. Ada dua sesi tes, yaitu online oleh tim Kemenag dan offline di Hotel Aryaduta Jakarta dengan penguji dua Syekh dari UEA. Alhamdulillah, termasuk di antara yang lolos,” katanya.
Direncanakan, pria yang juga alumni Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an Jogoroto Jombang ini akan berangkat ke Uni Emirat Arab pada, Sabtu (06/08/2022) dari Bandara Soekarno Hatta, Jakarta. Ia akan berangkat bersama 22 peserta lainnya yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.
Diketahui, Iskandar Yasin yang seorang hafidz Al-Qur’an ini menempuh pendidikan mulai dari TK Husnul Khatimah Daramista Lenteng, SDN Daramista II Lenteng, dan MTs Tanwirul Hija Cangkreng Lenteng.
Lalu, ia nyantri di Pesantren Annuqayah dan masuk di MA Tahfidh Annuqayah. Iskandar Yasin kemudian menempuh jenjang kuliah di Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) Guluk-Guluk, Sumenep.
Editor: Ibnu Abbas

