Kota, NU Online Sumenep
Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Paberasan menggelar Lailatul Ijtima’ di Dusun Padaringan Barat, Desa Paberasan, Kecamatan Kota Sumenep, Selasa malam (12/12/2023).
Kegiatan Lailatul Ijtima’ tersebut diikuti oleh As Sayyid Jakfar Shadiq Al Jufri, Rais Syuriah MWCNU kota Sumenep dan Ketua Tanfidziah Ranting NU Paberasan, seluruh pengurus dan anggota Ranting NU Paberasan, tokoh masyarakat dan juga simpatisan.
As Sayyid Jakfar Shadiq Al Jufri Wakil Rais Syuriah MWC NU Kota Sumenep menjelaskan bagaimana menjadi hamba yang mengabdi kepada Allah melalui Jam’iyah Nahdlatul Ulama.
“Arti hamba yang mengabdi kepada Allah (ngabule) yaitu pelayan atau pembantu dimana mengharapkan barokah dari Allah SWT. Maka, selaku pengurus dan warga NU, kita harus benar-benar bersyukur,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa tidak hanya cukup belajar tentang fikih, aqidah, tasawuf akan tetapi juga belajar tentang Ahlusunnah An Nahdliyah dalam membangun Indonesia yang bermartabat.
Sementara itu, Ustadz Mistari Ketua Tanfidziah Ranting NU Paberasan menyampaikan sesungguhnya NU itu kuat dan terbesar meskipun banyak cobaan dan rintangan yang dihadapi.
Di kesempatan tersebut, ia menyampaikan pesan salah satu pendiri NU, KH. Wahab Hasbullah tentang kekuatan NU yang luar biasa ketika melawan penjajah.
“Kekuatan NU itu ibarat senjata adalah meriam, betul-betul meriam. Tetapi digoncangkan hati mereka oleh propaganda luar yang menghasut seolah-olah senjata itu bukan meriam tetapi hanya gelugu alias batang pohon kelapa sebagai meriam tiruan,” tegasnya.
Di akhir penyampaiannya, di hadapanm seluruh pengurus dan anggota ia menyampaikan agenda terdekat MWC NU Kota Sumenep di bulan ini yang akan melaksanakan kegiatan ziarah wali 8 dan Musyawarah Kerja (Musker).
Editor : Abdul Warits

