Image Slider

Pesan Ketua Ranting NU di Kota: Lacak Sejarah Berdirinya Jam’iyah di Paberasan

Kota, NU Online Sumenep

Mistari, Ketua Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Paberasan mengajak pada Nahdliyin untuk menyatukan puzzle sejarah berdirinya NU di Paberasan agar generasi muda tahu kiprah perjuangan para pendahulu saat berkhidmat di jam’iyah.

Pernyataan ini disampaikan saat acara Lailatul Ijtima Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kota yang dipusatkan di kediaman bapak Hosnan Dusun Padaringan Timur, Desa Paberasan, Kecamatan Kota, Jum’at (10/02/2023).

“Mari kita rangkai fragmen sejarah ini. Mulai dari tokoh, kegiatan kegiatan ke-NU-an, perjalanan jam’iyah dari masa ke masa, dan sebagainya. Mumpung moment 1 Abad NU, kita bangkitkan ghirah ini untuk membungkus sejarah perjalanan NU Paberasan dalam sebuah oretan yang kelak dijadikan hikmah oleh generasi muda,” pintanya.

Sementara itu, Kiai Halimi yang dipercaya mengampu kitab Hujjah Ahlussunnah wal Jamaah menjelaskan soal seorang wanita berziarah kubur. Dikatakan olehnya, ada golongan yang memakruhkannya, berupa makruh tahrim atau tanzih.

Dirinya menjelaskan makruh tahrim adalah makruh yang mendekati haram dan dianggap dosa bagi yang melakukan. Sedangkan makruh tanzih adalah makruh secara umum dan dianggap tidak berdosa bagi yang melakukan.

“Kebanyakan ulama tidak membolehkannya jika rawan dari fitnah dan perkara, seperti meratapi jenazah, makan, minum, tidur, berdandan dan melakukan perbuatan memalukan. Dengan ini, perilaku tersebut tidak diperbolehkan karena yang tampak bukan ziarahnya,” ungkapnya.

Editor: Firdausi
ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga