Bluto, NU Online Sumenep
Banyak cara yang dilakukan nahdliyin untuk menggapai malam lailatul qadar, yang mana menurut jumhur ulama akan jatuh di 10 terakhir bulan Ramadhan.
Berangkat dari fenomena ghaib ini, melalui kelompok kajian Al-Hikam Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Lobuk Kecamatan Bluto bertekad membuat program demi menghidupkan malam yang agung di 10 terakhir bulan Ramadhan.
Ustad Asimuddin selaku ketua kajian menuturkan, pihaknya akan menggalakkan program bangun malam dengan melakukan i’tikaf di masjid atau musholla, seperti halnya dicontohkan oleh Rasulullah SAW.
“Sejak tadi malam (malam ke 21) kami berkomitmen mengajak anggota ranting untuk beri’tikaf di masjid secara bersama-sama. Tujuannya adalah menggapai malam lailatul qadar,” terangnya saat dimintai keterangan oleh reporter NUOS di kediamannya, Ahad (2/5/2021).
Tak sampai di situ, ini adalah kegiatan yang istimewa, karena hanya ada di bulan suci Ramadhan dan sebagai bentuk implementasi dari perintah nabi.
Kegiatan tersebut diisi dengan ibadah- ibadah sunnah seperti tahajut bersama, dilanjutkan dengan wiridan dan membaca Al-Qur’an hingga masuk waktu subuh.
Asim sapaannya mengaku bahwa kegiatan ini perlu digalakkan secara bersama untuk menumbuhkan spirit anggota dalam meraih malam seribu bulan.
“Memang perlu digalakkan karena kalau sendiri-sendiri, khwatir malas dan tidak sempat. Tapi kalau dilakukan bersama-sama akan menambah semangat,” tandasnya.
Pewarta: Mufiqur Rahman
Editor: Firdausi

